Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Inggris bergerak menguat pada perdagangan Jumat (28/8/2026), ketika investor mencermati sejumlah pembaruan kinerja perusahaan sekaligus menunggu pidato Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam simposium ekonomi Jackson Hole.
Indeks saham unggulan Inggris, FTSE 100, naik 0,1% menjadi 10.807,89 poin pada pukul 10.54 GMT (17:54 WIB). Dengan pergerakan tersebut, FTSE 100 berada di jalur untuk mengakhiri pekan dengan perubahan yang relatif datar.
Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi menengah FTSE 250 menguat 0,2% menjadi 24.936,06 poin. Indeks tersebut masih berada di jalur untuk mencatat kenaikan sekitar 1% sepanjang pekan.
Pergerakan pasar saham global cenderung berhati-hati menjelang pidato Warsh yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 14.00 GMT. Investor menantikan sinyal mengenai kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS), volatilitas terbaru di pasar obligasi, serta berbagai risiko yang membayangi prospek ekonomi AS dan global.
Investor Tunggu Arah Kebijakan The Fed
Fokus utama investor adalah bagaimana Warsh akan menyampaikan pandangannya mengenai kebijakan moneter. Pasar menilai apakah ia akan tetap mempertahankan pendekatan komunikasi kebijakan yang lebih terbatas atau memberikan gambaran mengenai arah kebijakan suku bunga ke depan.
Baca Juga: Selat Hormuz Kembali Dibuka? Iran Siapkan Syarat untuk Pulihkan Jalur Pelayaran
Perhatian terutama tertuju pada pandangan Warsh mengenai inflasi yang masih tinggi dan kondisi seperti apa yang dapat mendorong The Fed mempertahankan atau menaikkan suku bunga untuk mengendalikan tekanan harga.
Pidato tersebut menjadi penting bagi pasar karena perubahan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS dapat memengaruhi imbal hasil obligasi, nilai tukar, serta pergerakan aset berisiko di berbagai negara.
Harga Minyak Turun, Brent Dekati US$90 per Barel
Di pasar komoditas, harga minyak mentah turun pada perdagangan Jumat. Namun, harga minyak Brent masih bertahan di dekat level US$90 per barel.
Pergerakan harga minyak terjadi setelah muncul laporan bahwa Presiden AS Donald Trump tidak berminat kembali menggunakan ketentuan kesepakatan sebelumnya dengan Iran.
Perkembangan hubungan AS dan Iran menjadi salah satu faktor yang terus diperhatikan investor karena berpotensi memengaruhi pasokan minyak global dan risiko geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Bank of England Menurun
Di Inggris, investor mulai mengurangi ekspektasi terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga oleh Bank of England (BoE) pada tahun ini.
Sentimen tersebut turut dipengaruhi oleh perkembangan ekonomi Inggris yang mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Berdasarkan sebuah survei, tingkat kepercayaan dunia usaha Inggris meningkat ke level tertinggi sejak Maret.
Peningkatan optimisme tersebut didorong oleh pandangan yang lebih positif terhadap kondisi perekonomian. Hasil survei tersebut juga memperkuat sejumlah indikator lain yang menunjukkan prospek ekonomi Inggris mulai membaik.
Baca Juga: Rusia Gempur Kyiv dengan Gelombang Drone, Gudang dan Rumah Rusak
Saham Halfords dan Goodwin Menguat
Sejumlah saham perusahaan mencatat penguatan signifikan pada perdagangan Jumat.
Saham Halfords naik sekitar 2% setelah perusahaan ritel tersebut memperkirakan laba tahunan akan berada di atas ekspektasi pasar. Kinerja penjualan perusahaan terbantu oleh cuaca yang lebih hangat, yang mendorong permintaan terhadap sepeda, perlengkapan berkemah, serta peralatan aktivitas luar ruangan.
Sementara itu, saham perusahaan teknik mesin Goodwin melonjak 5,9%. Penguatan tersebut terjadi setelah perusahaan melaporkan laba perdagangan setahun penuh sebesar £77,50 juta, atau sekitar US$105,3 juta.
Capaian tersebut lebih dari dua kali lipat dibandingkan laba pada tahun sebelumnya.
Saham perusahaan rekrutmen Hays juga menguat sekitar 5% setelah Panmure Liberum menaikkan rekomendasi saham tersebut menjadi "beli" dari sebelumnya "hold".














