kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Cabut Larangan Biden, Trump Bakal Kirim Bom Seberat 907 Kg ke Israel


Senin, 27 Januari 2025 / 07:50 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia telah mengakhiri larangan pendahulunya untuk mengirim bom seberat 2.000 pon (907 kg) ke Israel. REUTERS/Mike Segar 


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketika ditanya mengapa ia mencabut larangan bom tersebut, Trump menjawab, "Karena mereka membelinya."

Presiden Joe Biden saat itu telah menunda pengiriman bom tersebut karena khawatir akan dampaknya terhadap penduduk sipil.

Menurut Project on Defense Alternatives (PDA), bom seberat 2.000 pon memiliki radius penghancuran 35 meter (115 kaki).

Berdasarkan data dari Badan Bantuan Internasional AS (USAID), AS secara historis telah memasok bantuan luar negeri yang substansial ke Israel; total US$ 297 miliar (disesuaikan dengan inflasi) antara tahun 1946 dan 2023, US$ 216 miliar di antaranya adalah bantuan militer dan US$ 81 miliar dalam bantuan ekonomi.

Tonton: Begini Tanggapan Rusia Soal Ancaman Sanksi Trump Atas Perang Ukraina

Israel merupakan penerima bantuan AS terbesar sejak negara itu didirikan.

Gencatan senjata di Gaza mulai berlaku seminggu yang lalu dan telah menyebabkan pembebasan beberapa tawanan Israel sebagai ganti tahanan Palestina yang ditahan oleh Israel.




TERBARU

[X]
×