kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Cegah Covid-19 masuk ke negaranya, Korut tembak mati dan bakar pejabat Korsel


Jumat, 25 September 2020 / 08:35 WIB
Cegah Covid-19 masuk ke negaranya, Korut tembak mati dan bakar pejabat Korsel
ILUSTRASI. Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un. KCNA via REUTERS


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Kementerian Pertahanan Korea Selatan  mengumumkan, seorang pejabat Korsel ditembak mati dan dibakar oleh pasukan Korea Utara. Pemerintah Korsel mengutuk "tindakan brutal" itu.

Melansir BBC, Seoul mengatakan, pejabat yang bekerja untuk departemen perikanan, menghilang dari kapal patroli dekat perbatasan dan kemudian ditemukan di perairan Utara.

Menurut Kementerian Pertahanan Korsel, tentara Korut menembaknya, kemudian menuangkan minyak ke tubuhnya lalu membakarnya. Tindakan itu diyakini sebagai tindakan anti-virus corona.

Pyongyang belum berkomentar.

Baca Juga: Kim Jong Un terima kado dari Presiden Jokowi, ada apa?

Perbatasan antara Korea diawasi dengan ketat, dan Korut diperkirakan memiliki kebijakan "tembak-untuk-bunuh" demi mencegah Covid-19 memasuki negara itu.

Insiden itu merupakan kali kedua pasukan Korut menembak dan membunuh seorang warga sipil Korea Selatan. Pada Juli 2008, seorang turis ditembak oleh seorang tentara di Gunung Kumgang.

Baca Juga: Pengakuan Trump: Kim Jong Un beritahu saya cara dia bunuh pamannya sendiri

Kronologi kejadian

BBC melaporkan, pejabat Korsel itu berada di kapal patrolinya sekitar 10 km (6 mil) dari perbatasan dengan Korut, dekat pulau Yeonpyeong, ketika dia menghilang pada hari Senin.

Ayah dua anak berusia 47 tahun itu telah meninggalkan sepatunya di atas kapal. Diyakini dia telah mencoba untuk membelot, sebuah langkah yang langka tetapi pernah terjadi sebelumnya.


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×