Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Wakil Ketua Federal Reserve (The Fed) Philip Jefferson menyebutkan, kebijakan moneter Amerika Serikat saat ini berada pada posisi yang tepat di tengah masih adanya risiko kenaikan inflasi.
Jefferson mengatakan, suku bunga acuan The Fed yang saat ini berada di kisaran 3,5%–3,75% dinilai cukup fleksibel untuk merespons perkembangan ekonomi ke depan.
Baca Juga: Trump Tak Peduli Pemilu Sela AS, Yakin Bisa Tekan Iran Lebih Lama
“Posisi suku bunga federal funds saat ini membuat bank sentral berada dalam posisi yang baik untuk merespons perkembangan ekonomi berdasarkan data yang masuk, prospek ekonomi yang berkembang, serta keseimbangan risiko,” ujar Jefferson dalam pidatonya pada konferensi Bank of Japan-Institute for Monetary and Economic Studies di Tokyo, Rabu (27/5/2026).
Meski demikian, Jefferson belum memberikan sinyal pasti mengenai arah kebijakan suku bunga pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 16–17 Juni mendatang.
“Saya belum menentukan pandangan untuk pertemuan berikutnya dan menantikan diskusi bersama rekan-rekan saya mengenai kebijakan yang diperlukan guna mencapai mandat ganda The Fed,” katanya.
Baca Juga: AS Dikabarkan Menyerang Situs Militer Iran, Prospek Kesepakatan Damai Memudar?
Komentar Jefferson menjadi pernyataan pertamanya setelah Kevin Warsh resmi dilantik sebagai Ketua The Fed pada Jumat lalu, menggantikan Jerome Powell yang masih akan bertahan sementara sebagai gubernur bank sentral AS.
Warsh sebelumnya dikenal memiliki pandangan hawkish, namun belakangan menunjukkan dukungan terhadap pemangkasan suku bunga saat proses pencalonannya sebagai Ketua The Fed.
Meski begitu, pelaku pasar menilai ruang penurunan suku bunga tahun ini masih terbatas karena tekanan inflasi yang meningkat akibat kenaikan tarif impor Presiden Donald Trump serta konflik geopolitik di Timur Tengah.
Dalam pidatonya, Jefferson juga menyoroti dampak gangguan energi global terhadap perekonomian AS.
Baca Juga: Jepang Akan Menerbitkan Obligasi Sementara untuk Danai Skema Investasi
Menurutnya, meskipun AS merupakan produsen minyak besar, negara tersebut tetap tidak sepenuhnya terlindungi dari gangguan pasokan energi akibat perang yang sedang berlangsung.
Jefferson memperkirakan tekanan inflasi akan mulai mereda pada akhir tahun ini. Namun, ia mengingatkan masih terdapat risiko inflasi bergerak lebih tinggi dari perkiraan.
Dari sisi ekonomi domestik, Jefferson menilai ekonomi AS masih menunjukkan kinerja solid dengan pasar tenaga kerja yang relatif stabil. Meski demikian, ia melihat risiko pelemahan pasar tenaga kerja mulai meningkat.













