Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Militer AS melakukan serangan baru semalam di Iran yang menargetkan situs militer yang menurut para pejabat menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan lalu lintas maritim komersial di Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS yang berbicara dengan syarat anonim kepada Reuters pada Rabu (27/5/2026) mengatakan bahwa militer AS juga telah mencegat dan menembak jatuh beberapa drone Iran yang menimbulkan ancaman serupa.
Serangan militer AS, yang belum pernah dilaporkan sebelumnya, terjadi selama negosiasi untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan serta menyebabkan harga energi global melonjak tajam sejak dimulai pada 28 Februari dengan serangan AS dan Israel.
Baca Juga: Jepang Akan Menerbitkan Obligasi Sementara untuk Danai Skema Investasi
Presiden AS Donald Trump sebelumnya pada hari Rabu membantah laporan media pemerintah Iran bahwa Iran dan Oman akan bersama-sama mengelola pengiriman melalui Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan perdamaian.
Trump mengatakan jalur air tersebut akan tetap terbuka. Amerika Serikat terakhir kali melakukan serangan defensif terhadap Iran pada hari Senin, yang oleh Iran disebut sebagai pelanggaran terhadap gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.
Target AS termasuk kapal-kapal yang mencoba memasang ranjau dan lokasi peluncuran rudal yang menurut Komando Pusat militer AS menimbulkan ancaman bagi pasukan AS.













