kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Cegah kasus impor corona, Malaysia tingkatkan pemantauan perbatasan


Kamis, 28 Mei 2020 / 19:09 WIB
ILUSTRASI. Pekerja medis yang mengenakan pakaian pelindung melewati kawat berduri di zona merah di bawah penguncian yang ditingkatkan, di tengah wabah penyakit virus corona baru (COVID-19), di Petaling Jaya, Malaysia, 11 Mei 2020. REUTERS/Lim Huey Teng


Sumber: Channelnewsasia.com | Editor: S.S. Kurniawan

Menteri Pertahanan menambahkan, kontrol perbatasan menjadi salah satu langkah yang sangat penting yang Pemerintah Malaysia ambil untuk mengekang kasus virus corona secara nasional.

Menurut Ismail, sejak 1 Mei, sebanyak 327 imigran gelap dan 41 nakhoda kapal ditangkap karena mencoba memasuki Malaysia secara ilegal. Tujuh orang yang diyakini sebagai pedagang juga ditahan bersama dengan tujuh kapal.

“Ada dua skenario, satu adalah ketika mereka sudah melintasi perbatasan, maka kami akan menahannya," katanya. "Adapun mereka yang ditemukan di perbatasan mencoba masuk, mereka akan diusir". 

Baca Juga: Kasus corona Korea Selatan melonjak dari kluster gudang online shop

"Dan sejak 1 Mei, 86 imigran ilegal telah dikirim kembali dengan tiga nakhoda dan tiga kapal karena mereka ditemukan di perbatasan mencoba memasuki perbatasan kami secara ilegal," ungkap Ismail.

Dia menekankan, kontrol dan pemantauan perbatasan akan terus Malaysia perketat melampaui apa yang sebelumnya mereka lakukan, karena skenario sekarang lebih berbahaya dengan pandemi Covid-19.

"Situasinya sangat serius di negara-negara tetangga, kami khawatir akan adanya kluster baru," ujarnya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×