kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.222   -19,00   -0,11%
  • IDX 7.107   -22,97   -0,32%
  • KOMPAS100 961   -5,51   -0,57%
  • LQ45 687   -4,03   -0,58%
  • ISSI 257   -1,74   -0,67%
  • IDX30 379   -2,57   -0,67%
  • IDXHIDIV20 465   -6,38   -1,35%
  • IDX80 108   -0,59   -0,55%
  • IDXV30 136   -1,32   -0,96%
  • IDXQ30 121   -1,18   -0,97%

Chevron Soroti Reformasi Venezuela


Senin, 27 April 2026 / 17:00 WIB
Chevron Soroti Reformasi Venezuela
ILUSTRASI. Logo Chevron. (DW/DW)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - CALIFORNIA. Chevron Corp. menilai perubahan kebijakan minyak di Venezuela mulai membuka peluang bagi masuknya investasi asing, meski dinilai belum cukup kuat untuk menarik arus modal besar.

Chief Executive Officer Chevron, Mike Wirth mengatakan, langkah terbaru pemerintah Venezuela menjadi sinyal positif, tetapi masih memerlukan perbaikan lanjutan. “Ini bergerak ke arah yang positif, namun masih perlu penyempurnaan. Kemungkinan belum cukup untuk menarik tingkat investasi yang diharapkan,” ujarnya dalam wawancara dengan CBS Face the Nation seperti yang dikutip Bloomberg (27/4)

Optimisme tersebut muncul seiring perubahan kebijakan energi Venezuela setelah pemerintahan Donald Trump menggulingkan Nicolás Maduro pada Januari lalu. Posisi kepala negara sementara kini dipegang oleh Delcy Rodríguez, yang mendorong pelonggaran kebijakan minyak nasionalis untuk menarik investor global.

Minat pelaku industri energi asal Amerika Serikat pun mulai meningkat. Sejumlah eksekutif perusahaan minyak AS yang bertemu Rodríguez di Caracas pekan lalu meminta kepastian terkait keamanan investasi. Hal ini menunjukkan ketertarikan yang meluas, tidak hanya dari Chevron, tetapi juga pemain besar lainnya, di tengah dorongan Washington untuk menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela.

Wirth menilai peningkatan produksi minyak Venezuela berpotensi memperkuat ketahanan energi Amerika Serikat. “Peningkatan produksi di sana akan memperbaiki keandalan energi dan pasokan di AS,” jelasnya.

Baca Juga: Perang Iran Picu Lonjakan Harga PCB Global, Industri Elektronik Tertekan

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa pemulihan industri minyak Venezuela tidak akan mudah. Salah satu tantangan utama adalah berkurangnya tenaga kerja terampil akibat gelombang emigrasi dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, kebangkitan sektor ini sangat bergantung pada kembalinya para pekerja yang saat ini berada di luar negeri.

Di sisi lain, Wirth juga menyoroti kebijakan pemerintah AS yang mengaktifkan Defense Production Act untuk mendukung pendanaan proyek energi domestik. Langkah ini diambil di tengah tekanan untuk menahan kenaikan biaya energi.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa peningkatan produksi energi tidak bisa dilakukan secara instan. “Produksi tidak bisa langsung ditingkatkan dalam sekejap. Dibutuhkan rekayasa, rantai pasok, kontrak, serta mobilisasi tenaga kerja,” kata Wirth.

Baca Juga: Dapat Restu AS, Filipina Bakal Perpanjang Impor Minyak dari Rusia


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×