kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   -50.000   -1,73%
  • USD/IDR 17.016   67,00   0,40%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

China menciptakan tentara super, tahan sakit, dan tak kenal rasa takut


Sabtu, 13 Februari 2021 / 08:35 WIB
China menciptakan tentara super, tahan sakit, dan tak kenal rasa takut
ILUSTRASI. China dikabarkan sedang mengembangkan tentara generasi mendatang dengan kemampuan ala tokoh-tokoh pahlawan super. REUTERS/Aly Song


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tulisan ini disusun sebagian besar mendasarkan pada pendapat pakar strategi China. Namun, salah seorang penulis artikel tersebut, Elsa Kania, juga mengungkap hal lain. 

"Memang penting mendiskusikan mengapa militer China membahas dan ingin mewujudkan ambisi mereka, tapi penting juga untuk mengakui kesenjangan antara ambisi dan kemampuan teknologi mereka secara riil," kata Kania. 

Ia menjelaskan militer di seluruh dunia punya ketertarikan yang besar soal kemungkinan manusia membangun tentara super. Namun pada akhirnya semua tersadarkan oleh kenyataan bahwa sains juga punya keterbatasan, yang membuat ambisi membangun tentara super, tak bisa diwujudkan. 

Dr Helen O'Neill, pakar genetika molekuler dari University College London, Inggris, berpendapat pertanyaanya bukan soal apakah pengembangangan tentara super dimungkinkan atau tidak, tapi lebih ke apakah para saintis mau menggunakan teknologi yang tersedia. 

Baca Juga: Penelitian China, Inilah hewan pembawa virus corona yang mewabah di Wuhan

Ia mengatakan teknologi yang dimaksud, penyuntingan genom dan kombinasinya dengan metode reproduksi berbantu (assisted reproduction), sudah semakin sering diterapkan di bidang transgenik dan pertanian. 

"Namun untuk saat ini penerapannya pada manusia masih dianggap tidak etis," kata O'Neill. 

Baca Juga: Ketegangan AS-China di Laut China Selatan capai titik tertinggi, ini pemicunya!

Pada 2018, saintis China, He Jiankui, mengeluarkan pengakuan mengejutkan bahwa "ia berhasil mengubah DNA pada embrio dua gadis kembar agar mereka tak tertular HIV". 




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×