kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.987   14,00   0,08%
  • IDX 9.022   -112,98   -1,24%
  • KOMPAS100 1.241   -13,70   -1,09%
  • LQ45 875   -9,20   -1,04%
  • ISSI 330   -4,34   -1,30%
  • IDX30 446   -7,67   -1,69%
  • IDXHIDIV20 521   -17,42   -3,24%
  • IDX80 138   -1,51   -1,08%
  • IDXV30 143   -5,23   -3,52%
  • IDXQ30 142   -3,29   -2,26%

China Serukan Dunia Cegah Jepang Kembali ke Jalur Militerisme


Rabu, 21 Januari 2026 / 12:16 WIB
China Serukan Dunia Cegah Jepang Kembali ke Jalur Militerisme
ILUSTRASI. Prajurit Pasukan Bela Diri Darat Jepang (JGSDF) (Issei Kato/REUTERS)


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah China menyerukan komunitas internasional untuk bersama-sama mencegah Jepang kembali menempuh jalan lama militerisme yang dinilai berbahaya dan merusak perdamaian dunia.

Seruan itu disampaikan Kuasa Usaha Sementara (charge d’affaires) Misi Tetap China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Sun Lei, dalam sesi pertama Komite Persiapan Konferensi PBB tentang Pencegahan dan Penghukuman Kejahatan terhadap Kemanusiaan, Senin (19/1/2026).

Sun menegaskan, kejahatan terhadap kemanusiaan merupakan pelanggaran berat yang mengancam perdamaian dan keamanan internasional. 

Baca Juga: Efek Domino Taiwan: China Setop Kunjungan, Pariwisata Jepang Kolaps?

Konsep ini, kata dia, pertama kali diperkenalkan dalam Piagam Mahkamah Militer Internasional di Nuremberg dan Piagam Mahkamah Militer Internasional untuk Timur Jauh.

“Konsep ini mencerminkan suara hati nurani umat manusia,” ujar Sun seperti dilansir dari news.cgtn.com, Rabu (21/1/2026).

Ia mengingatkan, selama Perang Dunia II, militerisme Jepang telah menyebabkan penderitaan dan kekejaman besar terhadap rakyat China, negara-negara Asia lainnya, serta masyarakat dunia. 

Tahun ini juga menandai 80 tahun dimulainya kerja Mahkamah Militer Internasional untuk Timur Jauh, yang dikenal sebagai Pengadilan Tokyo.

“Pengadilan Tokyo secara sistematis mengadili dan mengungkap kejahatan militerisme Jepang, mulai dari perencanaan, persiapan, hingga invasi ke China dan negara-negara Asia lainnya, serta peluncuran Perang Pasifik,” kata Sun.

Baca Juga: Radar Dikunci Jet China, Jepang Kecam Manuver Berbahaya di Dekat Okinawa

Menurutnya, pengadilan tersebut menjatuhkan hukuman kepada para penjahat perang Jepang atas kejahatan terhadap perdamaian, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Sun menilai, Pengadilan Tokyo merupakan bukti sejarah yang tak terbantahkan atas kejahatan agresi Jepang. 

Selain itu, pengadilan tersebut juga menjadi tonggak penting dalam perkembangan hukum pidana internasional dan peringatan kuat bagi dunia untuk menjaga perdamaian.

“Komunitas internasional harus bersama-sama menjaga hasil kemenangan Perang Dunia II, termasuk Pengadilan Tokyo, menegakkan tatanan internasional berbasis hukum internasional, serta mencegah Jepang kembali ke jalur lama militerisme yang berbahaya,” tegasnya.

Baca Juga: Perang Tanpa Peluru: Begini Cara China Menaklukkan Dunia

Di tengah situasi global yang dipenuhi perubahan, ketidakpastian, dan konflik regional yang terus bermunculan, Sun menilai upaya memperkuat pencegahan dan penghukuman kejahatan terhadap kemanusiaan menjadi semakin relevan dan penting bagi dunia internasional.

Selanjutnya: Kabar Kesehatan Raja Salman Jadi Sorotan, Ini Penjelasan Resmi Kerajaan

Menarik Dibaca: Promo J.CO Hemat Maksimal, Paket Minuman Favorit Berdua hingga Berlima Mulai 55 Ribu




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×