kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.872   29,00   0,17%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Citra Satelit Ungkap Aksi Aneh Iran di Fasilitas Nuklir, Ada Apa?


Rabu, 11 Februari 2026 / 08:53 WIB
Citra Satelit Ungkap Aksi Aneh Iran di Fasilitas Nuklir, Ada Apa?
ILUSTRASI. Aktivitas tak biasa di Isfahan terekam satelit: Iran menimbun akses fasilitas nuklir. Cari tahu pesan tersembunyi di balik langkah pertahanan kontroversial ini. (REUTERS/Stringer)


Sumber: Jerusalem Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Hackett menjelaskan bahwa pengerahan pasukan ini sejalan dengan strategi lama Iran yang dikenal sebagai Mosaic Doctrine, di mana Pasukan Darat dan Pasukan Dirgantara IRGC bekerja sama untuk mengamankan infrastruktur militer strategis.

Di tengah meningkatnya ketegangan, Iran dan Amerika Serikat diketahui telah menggelar pembicaraan tidak langsung pekan lalu. Ketegangan dipicu oleh program nuklir Iran serta penindakan keras terhadap aksi protes di dalam negeri yang dilaporkan menewaskan puluhan ribu orang dan memicu pelanggaran HAM serius.

Meski beberapa pejabat Iran sempat menyatakan kesiapan untuk mengencerkan stok uranium yang diperkaya hingga 60% dengan imbalan pencabutan sanksi, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan bahwa penghentian total pengayaan uranium adalah hal yang tidak bisa diterima.

“Pembahasan seharusnya difokuskan pada skenario di mana pengayaan uranium tetap berlangsung, disertai jaminan bahwa tujuannya murni damai,” ujar Araghchi.

Dr. Lynette Nusbacher, mantan perwira intelijen Angkatan Darat Inggris, menilai aktivitas di Isfahan juga merupakan pesan politik yang sengaja ditampilkan.

Tonton: Terima Audiensi dengan Apindo, Prabowo Bahas Perluasan Lapangan Kerja

“Iran melindungi fasilitas ini dengan cara yang bisa terlihat jelas dari satelit. Jauh lebih mudah mengerahkan buldoser untuk menutup akses dibanding harus membangun ulang setelah dihantam rudal Tomahawk atau bom penembus bunker,” ujarnya.

Menurut Nusbacher, Iran kemungkinan menilai bahwa pesan dari pembicaraan terakhir dengan utusan AS adalah pilihan antara menghentikan program nuklir atau melihatnya dihancurkan oleh kekuatan militer AS.

Sementara itu, analis keamanan Iran-Israel dari Universitas Haifa, Dr. Efrat Sopher, mempertanyakan apa yang sebenarnya disembunyikan Iran di Isfahan.

“Mereka tampaknya mengantisipasi keterlibatan militer. Ini menarik, karena dalam skenario serangan, fasilitas tersebut kemungkinan besar akan diserang dari udara,” ujarnya.

Selanjutnya: Sederet Batu Sandungan Mengerek Tax Ratio 12%

Menarik Dibaca: Tak Perlu Mewah, Kencan Valentine Murah Ini Dijamin Bikin Happy




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×