kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.592.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.707   26,00   0,15%
  • IDX 6.461   -73,54   -1,13%
  • KOMPAS100 856   -10,81   -1,25%
  • LQ45 651   -8,28   -1,26%
  • ISSI 223   -1,77   -0,79%
  • IDX30 361   -4,82   -1,31%
  • IDXHIDIV20 451   -6,99   -1,53%
  • IDX80 98   -1,17   -1,18%
  • IDXV30 124   -1,89   -1,50%
  • IDXQ30 117   -1,35   -1,15%

Dalam Perang Ukraina-Rusia, Pemenang Besarnya adalah China


Kamis, 03 Maret 2022 / 06:47 WIB
ILUSTRASI. China mungkin akan menjadi pemenang atau sebagai penerima manfaat utama dari perang Rusia-Ukraina. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo


Sumber: foxnews,The Guardian | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ekonomi Rusia diperkirakan tumbuh 4,5% tahun lalu setelah menyusut hampir 3% pada 2020, tahun terburuk pandemi bagi ekonomi global.

Analis mengatakan, perang Ukraina mungkin memiliki dampak terbatas pada ekonomi global karena hubungan perdagangan antara Rusia dan seluruh dunia terbatas. Rusia hanya menyumbang 1,5% dari PDB global.

Namun, invasi tersebut telah memicu lonjakan harga energi global – yang mengancam akan memperburuk tekanan biaya hidup di beberapa negara, termasuk Inggris. Perang datang ketika ekonomi global masih belum pulih dari pandemi.

Harga minyak naik pada hari Rabu (2/3/2022) menjadi lebih dari US$ 111 per barel, level tertinggi sejak 2014, karena prospek gangguan pasokan dari Rusia mengirim pasar energi melonjak lebih lanjut. 

Baca Juga: Presiden Zelenskyy: Rusia Bertujuan untuk Menghapus Ukraina, Sejarah, dan Rakyatnya

Rusia adalah pengekspor minyak terbesar kedua di dunia dan pengekspor terbesar gas alam.

Jika kenaikan harga minyak dan gas baru-baru ini dipertahankan, para ekonom memperkirakan inflasi yang lebih tinggi akan memukul rumah tangga dan bisnis, dan memicu perlambatan ekonomi di seluruh dunia.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×