kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.825   33,00   0,20%
  • IDX 8.199   52,64   0,65%
  • KOMPAS100 1.153   7,04   0,61%
  • LQ45 839   6,50   0,78%
  • ISSI 288   1,09   0,38%
  • IDX30 437   4,10   0,95%
  • IDXHIDIV20 525   4,81   0,93%
  • IDX80 129   1,04   0,81%
  • IDXV30 143   1,25   0,88%
  • IDXQ30 141   1,20   0,86%

Demam Emas di China Picu Skandal Rp 23,4 Triliun, Platform Emas Besar Gagal Bayar


Kamis, 05 Februari 2026 / 06:09 WIB
Demam Emas di China Picu Skandal Rp 23,4 Triliun, Platform Emas Besar Gagal Bayar
ILUSTRASI. Puluhan ribu investor ritel kehilangan Rp 23,4 triliun di platform emas JWR China. Ini bahaya model pre-pricing yang harus Anda tahu.(REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Ketika harga emas dan perak melonjak tajam dan investor ramai-ramai mencairkan keuntungan, platform harus menyediakan dana besar dengan cepat atau menyiapkan pengiriman fisik emas. Jika perusahaan tidak melakukan lindung nilai (hedging) dengan baik atau tidak punya cadangan dana cukup, risiko gagal bayar bisa cepat membesar.

Otoritas China sebenarnya sudah berulang kali memperingatkan investor ritel soal risiko ikut-ikutan reli emas. Beberapa kasus serupa juga sudah terjadi di Shenzhen, terkait platform logam mulia online dan model pre-pricing.

Pada Oktober lalu, Asosiasi Emas dan Perhiasan Shenzhen mengeluarkan peringatan risiko. Mereka mengungkap bahwa sejumlah pemasok bahan emas lokal, yang mengaku berdagang emas fisik, ternyata menjalankan praktik “taruhan emas non-fisik” lewat platform online. Otoritas menduga praktik ini termasuk perjudian ilegal.

“Kasus-kasus ini menunjukkan bagaimana sejumlah perusahaan, demi keuntungan ilegal dengan kedok perdagangan emas fisik, mendorong klien untuk ikut taruhan arah harga dengan leverage tinggi, pada dasarnya berjudi apakah harga akan naik atau turun,” bunyi peringatan tersebut.

Tonton: ANTM Tegaskan Kenaikan HPE Emas Tak Pengaruhi Penjualan, Fokus Pasar Domestik

Pengacara Deng Ping dari Guangzhou, yang sering menangani sengketa penggalangan dana swasta, mengatakan pasar kini menunggu hasil penyelidikan pemerintah.

“Keruntuhan platform investasi swasta seperti ini semakin sering terjadi,” katanya. “Dua tahun lalu yang ramai itu teh dan kripto, sekarang giliran logam mulia.”

Selanjutnya: HBO Hadirkan 6 Dokumenter Terbaik, Bongkar Kejahatan dan Tragedi

Menarik Dibaca: HBO Hadirkan 6 Dokumenter Terbaik, Bongkar Kejahatan dan Tragedi




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×