Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Ketika harga emas dan perak melonjak tajam dan investor ramai-ramai mencairkan keuntungan, platform harus menyediakan dana besar dengan cepat atau menyiapkan pengiriman fisik emas. Jika perusahaan tidak melakukan lindung nilai (hedging) dengan baik atau tidak punya cadangan dana cukup, risiko gagal bayar bisa cepat membesar.
Otoritas China sebenarnya sudah berulang kali memperingatkan investor ritel soal risiko ikut-ikutan reli emas. Beberapa kasus serupa juga sudah terjadi di Shenzhen, terkait platform logam mulia online dan model pre-pricing.
Pada Oktober lalu, Asosiasi Emas dan Perhiasan Shenzhen mengeluarkan peringatan risiko. Mereka mengungkap bahwa sejumlah pemasok bahan emas lokal, yang mengaku berdagang emas fisik, ternyata menjalankan praktik “taruhan emas non-fisik” lewat platform online. Otoritas menduga praktik ini termasuk perjudian ilegal.
“Kasus-kasus ini menunjukkan bagaimana sejumlah perusahaan, demi keuntungan ilegal dengan kedok perdagangan emas fisik, mendorong klien untuk ikut taruhan arah harga dengan leverage tinggi, pada dasarnya berjudi apakah harga akan naik atau turun,” bunyi peringatan tersebut.
Tonton: ANTM Tegaskan Kenaikan HPE Emas Tak Pengaruhi Penjualan, Fokus Pasar Domestik
Pengacara Deng Ping dari Guangzhou, yang sering menangani sengketa penggalangan dana swasta, mengatakan pasar kini menunggu hasil penyelidikan pemerintah.
“Keruntuhan platform investasi swasta seperti ini semakin sering terjadi,” katanya. “Dua tahun lalu yang ramai itu teh dan kripto, sekarang giliran logam mulia.”













