Sumber: Euronews | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. Pada hari Minggu (11/10) lalu, India resmi memasuki fase baru dengan 7 juta kasus infeksi virus corona. Meskipun demikian, para ahli menilai bahwa angka kematian di India masih cukup rendah.
India sudah mencatat lebih dari 7,1 juta kasus infeksi dan lebih dari 109 ribu kematian sejak kematian pertama tercatat pada pertengahan Maret lalu.
Dalam hal kematian per 100 kasus, data dari Universitas John Hopkins mengungkap bahwa tingkat kematian di India hanya ada di angka 1,5% saja.
Sebagai perbandingan, AS yang menjadi negara dengan kasus terbanyak, memiliki rasio kematian 2,8% dengan lebih dari 220 ribu kematian dari sekitar 8 juta kasus.
Baca Juga: Waspada, ini tempat ideal bagi virus corona untuk bertahan hidup
Jika dilihat dari jumlah populasinya, jumlah kematian akibat virus corona di India per 100.000 orang adalah 7,73, jauh lebih rendah dari AS dengan 64,74.
Penyebab rendahnya angka kematian akibat virus corona di India
Dikutip Euronews dari AFP, salah satu penyebab rendahnya angka kematian akibat virus corona di India adalah rata-rata usia penduduknya yang masih muda.
Berdasarkan data dari UN World Population, rata-rata usia penduduk India adalah 28,4 tahun, kelas usia yang masih cukup muda.
Baca Juga: Uji coba terbaru: Obat Remdesivir percepat kesembuhan pasien Covid-19 hingga 5 hari
Sebagai perbandingan, rataan usia di Perancis adalah 42,3 dan telah melaporkan hampir 700.000 kasus serta 32.000 kematian. Menunjukkan rasio kematian hingga 4,7%.
Para ahli meyakini bahwa orang tua, yang umumnya lebih rawan terserang penyakit seperti diabetes dan hipertensi, lebih mungkin meninggal karena penyakit menular seperti Covid-19.
Beberapa ahli juga memperkirakan ada kemungkinan bahwa pelindungan alami dari antibodi sudah ada di beberapa populasi India sebelum wabah virus corona muncul. Sejumlah populasi di India dianggap telah membentuk antobodi karena beragam wabah lain seperti demam berdarah.
Ada juga teori yang mengungkapkan bahwa jenis virus corona lain yang kurang ganas telah memberikan kekebalan silang. Walapun demikian, para ahli mengatakan masih perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikan teori tersebut.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)