kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Desakan Pengunduran Diri Wongsawat Buat Indeks Thailand Tergelincir


Selasa, 02 Desember 2008 / 16:12 WIB


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

BANGKOK. Kisruh politik di Thailand dipastikan ikut mempengaruhi perekonomian di negara itu. Hari ini, indeks saham acuan SET di Negeri Gajah Putih itu mengalami penurunan. Padahal pagi sebelumnya, indeks bergerak positif di zona hijau. Penurunan ini terjadi setelah Mahkamah Konstitusi Thailand mendesak agar Perdana Menteri Somchai Wongsawat mengundurkan diri.

Pada pukul 15.08 waktu Bangkok, SET Index merosot 1,1% atau 4,39 poin menjadi 386,53 menuju angka penutupan terendah dalam seminggu belakangan. Penurunan kali ini dipimpin oleh anjloknya saham Info Services Pcl dan Siam Commercial Bank Pcl. Sebelum adanya desakan pengadilan, indeks sempat menguat 0,8%.

Rober Groebli dari LGT Capital Management berpendapat, penurunan ini merefleksikan para investor di Thailand merasa tidak sabar dengan krisis politik di Thailand.

“Beberapa dari investor asing sudah mengambil posisi sebagai langkah persiapan jika kondisi politik semakin membaik. Saat ini, investor ingin melihat adanya progres terlebih dulu dan menahan aksi belinya karena situasi yang tidak kondusif ini,” kata Groebli.  

Sementara itu, analis Khiem Do dari Baring Asset Management (Asia) Ltd, mengatakan adanya penurunan tersebut merupakan reaksi pasar atas keputusan pengadilan tinggi Thailand.

“Bagi para investor yang menanamkan investasinya di Thailand, mereka selalu mengamati situasi perpolitikan di sana. Para investor di Thailand lebih mencari adanya potensi perbaikan perekonomian dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, daripada terlibat adanya perubahan politik seperti saat ini,” jelas Do.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×