kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45939,47   -23,67   -2.46%
  • EMAS952.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.46%
  • RD.CAMPURAN -0.55%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.02%

Di saat mafia Italia ikut membantu orang miskin akibat corona


Jumat, 10 April 2020 / 20:51 WIB
Di saat mafia Italia ikut membantu orang miskin akibat corona
ILUSTRASI. Rome's Town Hall is lit up with the colours of the Italian flag to show solidarity with the country as it continues to battle coronavirus, in Rome, Italy, March 17, 2020. REUTERS/Alberto Lingria TPX IMAGES OF THE DAY


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Lamgiat Siringoringo

KONTAN.CO.ID -  PALERMO. Kelompok mafia di Italia ikut membantu masyarakat miskin akibat pandemik virus corona atau covid-19. Seperti diberitakan Guardian, Jumat (10/4), kelompok mafia cukup masif membagikan bantuan ke masyarakat miskin yang sedang dikarantina dan sudah tak memiliki lagi uang tunai.

Dalam beberapa minggu terakhir, banyak video viral di negeri Menara Pisa itu bahwa telah muncul geng-geng Mafia yang sudah dikenal di kalangan masyarakat mengirimkan banyak bantuan ke daerah-daerah di wilayah Italia Selatan. Misalnya di Campania, Calabria, Sisilia dan Puglia. Daerah-daerah itu memang dikenal dengan kemiskinan dan mempunyai jaringan mafia yang kuat.


Di Palermo, menurut La Repubblica, seorang yang diketahui merupakan salah satu saudara dari bos Cosa Nostra membagikan makanan kepada orang miskin. Asal tahu saja Cosa Nostra adalah salah satu kelompok mafia yang cukup disegani di Italia. Organisasi ini telah beroperasi sejak 1800an.

Ketika berita itu tersebar, pria itu membela diri di Facebook, mengklaim bahwa ia hanya melakukan pekerjaan amal.

"Mafia bukan hanya organisasi kriminal," kata Federico Varese, seorang profesor kriminologi di Universitas Oxford. Ia menjelaskan mafia adalah organisasi besar yang menginginkan kekuasaan seperti negara. Para bos mafia ingin memerintah wilayah dan perekonomian di suatu wilayah.

Menurutnya, banyak orang yang beranggapan bahwa mafia hanya ingin mengeruk duit dengan melakukan kejahatan seperti narkoba. Padahal para bos mafia menganggap kota mereka sebagai wilayah kekuasaan mereka sendiri. 

“Para bos (mafia) tahu betul bahwa untuk memerintah, mereka perlu menjaga orang-orang di wilayah mereka. Dan mereka melakukannya dengan mengeksploitasi situasi untuk keuntungan mereka. Di mata orang-orang, bos yang mengetuk pintu menawarkan makanan gratis adalah pahlawan. Dan bos tahu bahwa dia kemudian dapat mengandalkan dukungan dari keluarga-keluarga ini bila perlu. ,” ujar Varese.  

Nicola Gratteri, penyelidik antimafia dan kepala kantor kejaksaan di Catanzaro, mengatakan kepada Guardian bahwa fenomena mafia turun membantu menjadi ancaman besar bagi negaranya.

Pasalnya hingga kini memang jutaan orang di Italia yang belum menerima penghasilan dan mereka sama sekali tidak mengetahui masa depannya.

“Pemerintah mengeluarkan kupon belanja untuk mendukung masyarakat. Jika negara tidak segera bertindak untuk membantu keluarga-keluarga ini, mafia akan menyediakan layanannya, memaksakan kendali mereka atas kehidupan orang-orang," ujar Gratteri.

Apalagi mulai banyak laporan bahwa pemilik toko kecil ditekan untuk memberikan makanan gratis karena masyarakat sudah kehabisan akal tidak adanya bantuan dari pemerintah. Sementara polisi berpatroli di supermarket di beberapa daerah jag sudah berusaha untuk menghentikan pencurian.

Video-video orang-orang di Sisilia yang memprotes pemerintah yang dianggap tak mampu memberikan kesejahteraan buat rakyat miskin. Ini menjadi pertanda kalau mafia akan semakin dikenal sebagai pahlawan bagi rakyat miskin dibandingkan pemerintah yang tak mampu memberikan kepastian masa depan hidup masyarakat di Italia

Mafia di Italia memang dikenal mempunyai pengaruh kuat. Dan beberapa kali ikut terlibat dalam mengatur kompetisi sepakbola hingga politik. .




TERBARU

[X]
×