kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 18.016   18,00   0,10%
  • IDX 6.135   -12,86   -0,21%
  • KOMPAS100 796   -2,07   -0,26%
  • LQ45 612   -0,21   -0,03%
  • ISSI 212   0,27   0,13%
  • IDX30 339   -0,01   0,00%
  • IDXHIDIV20 429   1,69   0,40%
  • IDX80 91   -0,24   -0,27%
  • IDXV30 116   0,09   0,08%
  • IDXQ30 110   0,44   0,40%

Diam-diam mengumpulkan informasi anak-anak, YouTube kena denda US$ 170 juta


Rabu, 04 September 2019 / 22:25 WIB
ILUSTRASI. Youtube


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

FTC menyatakan, YouTube menggembar-gemborkan popularitasnya yang bisa menjangkau pemirsa anak-anak saat memasarkan dirinya sendiri kepada perusahaan-perusahaan seperti Mattel dan Hasbro.

"Namun, ketika datang untuk mematuhi (hukum federal yang melarang pengumpulan data tentang anak-anak), mereka menolak untuk mengakui bahwa sebagian dari platformnya jelas ditujukan untuk anak-anak," kata Ketua FTC Joe Simons seperti dikutip Reuters.

Baca Juga: YouTube rilis 10 iklan favorit netizen semester I 2019

Jaksa Agung New York Letitia James menyebutkan, Google dan Youtube sudah "menyalahgunakan kekuasaan mereka". "Google dan YouTube secara sadar dan ilegal memantau, melacak, dan menayangkan iklan yang menargetkan anak-anak hanya untuk menjaga agar dolar tetap masuk," sebut Jame seperti dilansir Reuters.

Dalam pernyataan resmi, Rabu (3/9). YouTube mengatakan, mereka akan membatasi pengumpulan data. "Dan, hanya menggunakan pada video yang dibuat untuk pemirsa anak-anak jika dibutuhkan guna mendukung operasi layanan," kata YouTube dalam blog-nya.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×