kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.956   40,00   0,24%
  • IDX 7.229   -133,17   -1,81%
  • KOMPAS100 1.001   -20,27   -1,99%
  • LQ45 737   -14,22   -1,89%
  • ISSI 254   -5,67   -2,19%
  • IDX30 394   -6,80   -1,70%
  • IDXHIDIV20 489   -7,36   -1,48%
  • IDX80 113   -2,21   -1,92%
  • IDXV30 132   -1,85   -1,38%
  • IDXQ30 127   -1,95   -1,51%

Diplomasi Kim Jong Un-Xi Jinping Menguat: Ancaman Baru bagi Dominasi AS?


Jumat, 13 Maret 2026 / 08:03 WIB
Diplomasi Kim Jong Un-Xi Jinping Menguat: Ancaman Baru bagi Dominasi AS?
ILUSTRASI. Kim Jong Un bertemu Xi Jinping, hubungan membaik setelah lama dingin. (via REUTERS/Alexander Kazakov)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Komoditas Aneh Jadi Andalan Ekspor Korea Utara

Karena sanksi internasional membatasi ekspor tradisional seperti batu bara, Korea Utara mulai mengandalkan produk lain yang padat karya.

Produk rambut seperti wig, bulu mata palsu, dan janggut palsu kini menyumbang hampir setengah dari impor China dari Korea Utara. Dalam satu dekade terakhir, ekspor kategori ini melonjak hingga 327 kali lipat.

Selain itu, China juga menjadi pembeli utama logam strategis Korea Utara seperti molibdenum dan tungsten, bahan penting untuk komponen roket dan rudal.

Hubungan Politik Juga Menguat

Hubungan politik kedua negara juga menunjukkan penguatan. Korea Utara pada Oktober lalu secara terbuka mendukung posisi China terkait Taiwan.

Sementara itu, Kim Jong Un menegaskan akan terus memperluas arsenal nuklir negaranya. Ia juga menyatakan hubungan yang lebih baik dengan Amerika Serikat sepenuhnya bergantung pada sikap Washington.

Trump sendiri mengatakan ia ingin kembali bertemu dengan Kim. Namun Pyongyang menegaskan Amerika Serikat harus terlebih dahulu menghentikan tuntutan agar Korea Utara menyerahkan senjata nuklirnya.

Harapan Besar di Kota Perbatasan

Meski kerja sama meningkat, perubahan nyata belum sepenuhnya terlihat di Dandong.

Jembatan New Yalu River Bridge yang selesai dibangun China sejak 2014 hingga kini masih belum digunakan. Dari sisi China, jembatan tersebut berakhir di area kosong tanpa koneksi jalan yang jelas di wilayah Korea Utara.

Banyak warga setempat berharap kawasan tersebut suatu hari bisa berkembang pesat.

“Dulu kami bercanda bahwa kawasan baru Dandong akan menjadi Shanghai kedua,” kata seorang pekerja kafe di dekat jembatan.

Tonton: Harga BBM Di 85 Negara Naik Efek Perang AS-Irak, Sampai Kapan Harga BBM RI Bertahan?

Namun kenyataannya, banyak toko kosong dan harga properti turun drastis dari sekitar 10.000 yuan per meter persegi menjadi hanya sekitar 3.000 yuan.

Meski demikian, sejumlah pejabat China tetap optimistis hubungan kedua negara akan terus membaik.

“Waktu terburuk sudah berlalu,” kata seorang pejabat pemerintah yang memantau perdagangan perbatasan. “Ke depan, situasinya hanya akan semakin membaik.”




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×