kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Dokumen Baru Ungkap Jaringan Epstein dengan Tokoh Politik, Bisnis, dan Elite Global


Kamis, 19 Februari 2026 / 22:50 WIB
Dokumen Baru Ungkap Jaringan Epstein dengan Tokoh Politik, Bisnis, dan Elite Global
ILUSTRASI. USA-TRUMP/EPSTEIN-FILES (REUTERS/Jonathan Ernst)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Rilis jutaan dokumen internal oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali membuka tabir luasnya jaringan relasi mendiang finansier dan pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein, dengan tokoh-tokoh berpengaruh di bidang politik, bisnis, keuangan, hingga akademik. 

Hubungan tersebut terjalin baik sebelum maupun setelah Epstein mengaku bersalah pada 2008 atas kasus prostitusi, termasuk melibatkan anak di bawah umur.

Epstein kembali ditangkap pada 2019 dengan dakwaan perdagangan seks anak secara federal. Ia ditemukan tewas di sel tahanan Manhattan pada tahun yang sama, dan kematiannya dinyatakan sebagai bunuh diri. 

Baca Juga: Skandal Epstein: Dokumen Baru Ungkap Sisi Gelap Bill Gates?

Departemen Kehakiman menegaskan bahwa dokumen yang dirilis bisa saja memuat tuduhan tidak benar, materi palsu, atau konten pornografi, serta tidak otomatis menjadi bukti tindak pidana oleh nama-nama yang tercantum.

Berikut sejumlah tokoh penting yang disebut dalam dokumen tersebut:

1. Donald Trump

Presiden AS dari Partai Republik ini diketahui kerap bersosialisasi dengan Epstein pada 1990-an hingga awal 2000-an. Dokumen memuat foto Trump bersama sejumlah perempuan serta sebuah catatan bernada sugestif yang diklaim bertanda tangan Trump. 

Dalam kesaksian persidangan Ghislaine Maxwell pada 2021, disebutkan Trump beberapa kali menggunakan pesawat Epstein. Trump membantah seluruh tuduhan, mengklaim hubungan mereka telah terputus sebelum 2008, serta menyebut dokumen tertentu sebagai rekayasa.

2. Andrew Mountbatten-Windsor

Mantan Pangeran Andrew, Duke of York, dilaporkan ditangkap atas dugaan penyalahgunaan jabatan publik setelah dokumen menunjukkan ia mengirim laporan pemerintah Inggris kepada Epstein pada 2010. 

Ia sebelumnya telah dicabut gelar kerajaannya dan diusir dari kediaman resmi akibat relasinya dengan Epstein. Mountbatten-Windsor membantah melakukan pelanggaran hukum dan mengaku tidak mengetahui kejahatan seksual Epstein. 

Ia juga telah menyelesaikan gugatan perdata pada 2022 terkait tuduhan pelecehan seksual saat korban masih remaja.

Baca Juga: Skandal Epstein: 3 Juta Dokumen Baru Ungkap Nama Besar!

3. Bill Clinton

Mantan Presiden AS dari Partai Demokrat ini tercatat beberapa kali bepergian menggunakan pesawat Epstein pada awal 2000-an. Foto-foto dalam dokumen menunjukkan Clinton bersama sejumlah perempuan. 

Clinton membantah melakukan pelanggaran dan menyatakan menyesal atas hubungan masa lalunya dengan Epstein. Ia dijadwalkan memberikan kesaksian tertutup di Kongres pada akhir Februari.

4. Howard Lutnick

Menteri Perdagangan AS era Trump ini disebut mengunjungi pulau pribadi Epstein pada 2012 dan mengundangnya ke acara penggalangan dana politik pada 2015. 

Fakta tersebut bertentangan dengan pernyataannya sebelumnya yang mengklaim menjauh dari Epstein sejak 2005. Lutnick menyatakan hubungannya dengan Epstein sangat terbatas, dan Gedung Putih menolak desakan agar ia mundur.

5. Elon Musk

CEO Tesla ini diketahui pernah berkomunikasi dengan Epstein pada 2012 terkait undangan ke pulau pribadinya, namun tidak jadi berkunjung. Musk menyebut interaksinya dengan Epstein sangat minim dan menolak undangan lanjutan, termasuk menggunakan pesawat Epstein.

6. Peter Mandelson

Politikus senior Inggris ini tengah diselidiki polisi setelah email menunjukkan dugaan kebocoran informasi kebijakan ekonomi Inggris kepada Epstein. Mandelson membantah tuduhan tersebut dan menyampaikan permintaan maaf kepada para korban Epstein. 

Skandal ini juga memicu tekanan politik terhadap Perdana Menteri Inggris saat ini.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×