kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.951   -22,00   -0,12%
  • IDX 5.934   50,22   0,85%
  • KOMPAS100 769   5,57   0,73%
  • LQ45 583   4,63   0,80%
  • ISSI 205   1,52   0,74%
  • IDX30 330   2,78   0,85%
  • IDXHIDIV20 405   3,22   0,80%
  • IDX80 87   0,62   0,71%
  • IDXV30 110   1,21   1,11%
  • IDXQ30 106   1,02   0,97%

Donald Trump disebut-sebut akan beri keringanan tarif, tetapi tidak untuk China


Kamis, 02 April 2020 / 11:25 WIB
ILUSTRASI. Presiden AS Donald Trump. REUTERS/Yuri Gripas


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Brilliant mengatakan bahwa keringanan tarif akan melengkapi langkah-langkah pajak yang termasuk dalam tagihan stimulus besar-besaran US$ 2 triliun pada minggu lalu. Kebijakan ini akan  membantu meringankan beberapa ketegangan yang dihadapi perusahaan.

Baca Juga: AS jadikan Indonesia negara maju, ini lima dampaknya

Presiden tampak malu-malu ketika ditanya wartawan tentang masalah tarif. "Yah, mungkin itu, tetapi saya harus menyetujui rencana itu," kata Trump pada hari Selasa dalam menanggapi pertanyaan seorang wartawan. 

Dia menambahkan, "Tapi satu hal yang akan saya katakan, saya menyetujui semuanya dan mereka belum mempresentasikannya kepada saya. Tidak ada yang salah dengan melakukannya, tapi kami akan memberi tahu Anda," tambahnya.




TERBARU

[X]
×