Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan AS akan menarik diri dari puluhan entitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Termasuk menarik diri dari perjanjian iklim serta badan PBB yang mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.
Trump menyebut, badan-badan internasional tersebut beroperasi bertentangan dengan kepentingan nasional AS.
Di antara 35 entitas non-PBB dan 31 entitas PBB yang disebutkan Trump dalam sebuah memo kepada para pejabat senior pemerintahan adalah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC)- yang oleh banyak orang digambarkan sebagai perjanjian iklim "landasan" yang merupakan perjanjian induk dari kesepakatan iklim Paris 2015.
AS melewatkan KTT iklim internasional PBB tahunan tahun lalu untuk pertama kalinya dalam tiga dekade.
"AS akan menjadi negara pertama yang meninggalkan UNFCCC," kata Manish Bapna, Presiden dan CEO Dewan Pertahanan Sumber Daya Alam seperti dilansir Reuters, Rabu (7/1/2026).
Baca Juga: China Uji Trump: Tekanan Ekonomi Guncang Sekutu Utama AS di Asia
Bapna mengatakan, setiap negara adalah anggota, sebagian karena mereka menyadari bahwa di luar keharusan moral untuk mengatasi perubahan iklim, memiliki kursi di meja perundingan tersebut mewakili kemampuan untuk membentuk kebijakan dan peluang ekonomi yang besar.
AS juga akan menarik diri dari UN Women, yang bekerja untuk kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, dan Dana Kependudukan PBB (UNFPA), badan internasional yang berfokus pada perencanaan keluarga serta kesehatan ibu dan anak di lebih dari 150 negara. AS memangkas pendanaannya untuk UNFPA tahun lalu.
"Bagi entitas PBB, penarikan diri berarti menghentikan partisipasi atau pendanaan kepada entitas tersebut sejauh yang diizinkan oleh hukum," demikian bunyi memo tersebut. Trump telah memangkas sebagian besar pendanaan sukarela untuk sebagian besar badan PBB.
Seorang juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres tidak segera menanggapi permintaan komentar soal keputusan AS tersebut.
Trump Waspadai Organisasi Multilateral
Langkah Trump mencerminkan kewaspadaannya yang sudah lama terhadap lembaga multilateral, khususnya PBB. Ia berulang kali mempertanyakan efektivitas, biaya, dan akuntabilitas badan-badan internasional, dengan alasan bahwa badan-badan tersebut seringkali gagal melayani kepentingan AS.
Sejak memulai masa jabatan keduanya setahun yang lalu, Trump telah berupaya memangkas pendanaan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, menghentikan keterlibatan AS dengan Dewan Hak Asasi Manusia PBB, memperpanjang penghentian pendanaan untuk badan bantuan Palestina UNRWA, dan keluar dari badan kebudayaan PBB UNESCO. Ia juga telah mengumumkan rencana untuk keluar dari Organisasi Kesehatan Dunia dan perjanjian iklim Paris.
Entitas lain dalam daftar AS adalah Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan, Forum Energi Internasional, Daftar Senjata Konvensional PBB, dan Komisi Pembangunan Perdamaian PBB.
Baca Juga: Trump Akan Memblokir Dividen Perusahaan Pertahanan hingga Produksi Senjata Dipercepat
Gedung Putih mengatakan bahwa puluhan entitas yang ingin ditinggalkan Washington sesegera mungkin mempromosikan "kebijakan iklim radikal, tata kelola global, dan program ideologis yang bertentangan dengan kedaulatan dan kekuatan ekonomi AS."
Gedung Putih mengatakan langkah ini merupakan bagian dari peninjauan semua organisasi antar pemerintah internasional, konvensi, dan perjanjian.
"Penarikan dana ini akan mengakhiri pendanaan dan keterlibatan pembayar pajak Amerika dalam entitas yang memajukan agenda globalis di atas prioritas AS, atau yang menangani isu-isu penting secara tidak efisien atau tidak efektif sehingga dana pembayar pajak AS sebaiknya dialokasikan dengan cara lain untuk mendukung misi yang relevan," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.













