kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45991,58   -19,63   -1.94%
  • EMAS957.000 -0,42%
  • RD.SAHAM -1.52%
  • RD.CAMPURAN -0.63%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.01%

Donald Trump masukkan raksasa minyak China, CNOOC, dalam daftar hitam


Senin, 30 November 2020 / 17:20 WIB
Donald Trump masukkan raksasa minyak China, CNOOC, dalam daftar hitam
ILUSTRASI. Donald Trump memasukkan perusahaan asal China dalam daftar hitam lantaran diduga dikendalikan militer China. Salah satunya CNOOC.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Lagi, pemerintahan Donald Trump memasukkan perusahaan asal China dalam daftar hitam lantaran diduga dikendalikan militer China. Ada dua perusahaan China yang masuk daftar baru yakni produsen cip SMIC dan raksasa minyak CNOOC.

Keputusan Trump ini akan meningkatkan ketegangan Amerika Serikat (AS) dengan China hanya dalam beberapa minggu sebelum Presiden AS terpilih Joe Biden menjabat.

Reuters awal bulan ini melapotkan, Departemen Pertahanan AS berencana menambah empat perusahaan China lagi yang dikendalikan militer China dalam daftar hitam. Sehingga jumlah perusahaan China yang terkena dampak menjadi 35 perusahaan.

Baca Juga: AS beri sanksi perusahaan China dan Rusia karena dinilai membantu program rudal Iran

Masuk daftar itu yakni, China Construction Technology Co Ltd dan China International Engineering Consulting Corp, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC) dan China National Offshore Oil Corp (CNOOC).

SMIC menyatakan pihaknya terus terlibat secara konstruktif dan terbuka dengan pemerintah AS. SMIC juga menegaskan bahwa produk serta layanannya hanya untuk penggunaan sipil dan komersial.

"Perusahaan tidak memiliki hubungan dengan militer China dan tidak memproduksi untuk pengguna akhir atau penggunaan akhir militer mana pun," sebut SMIC.

SMIC, yang sangat bergantung pada peralatan dari pemasok AS, sudah lama jadi bidik Washington.

Pada bulan September lalu, Departemen Perdagangan AS memberi tahu perusahaan-perusahaan AS bahwa mereka perlu mendapatkan lisensi sebelum memasok barang dan jasa ke SMIC.

 

Selanjutnya: Xi Jinping beri selamat kepada Biden, harapkan kerjasama win-win

 




TERBARU
Sukses Berkomunikasi dengan Berbagai Gaya Kepribadian Managing Procurement Economies of Scale Batch 7

[X]
×