kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Duh, Indonesia alami penurunan kepercayaan publik terbesar di dunia terhadap vaksin


Jumat, 11 September 2020 / 23:50 WIB


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

"Ada banyak kecemasan tentang kecepatan pengembangan vaksin (untuk Covid-19)," kata dia. "Tapi, publik tidak terlalu tertarik pada kecepatan, mereka lebih tertarik pada ketelitian, keefektifan, dan keamanan".

Hasil studi tersebut menunjukkan, kepercayaan vaksin di Eropa rendah dibandingkan dengan kawasan lain di dunia, seperti Afrika. Dengan proporsi orang yang sangat setuju bahwa vaksin aman berkisar 19% di Lituania hingga 66%  di Finlandia.

Irak, Liberia, dan Senegal memiliki proporsi responden tertinggi pada 2019 yang setuju bahwa vaksin itu penting. Namun, kepercayaan publik terhadap vaksin telah meningkat di beberapa negara Eropa sejak 2015, termasuk Prancis, Italia, Irlandia, dan Inggris.

Studi tersebut menemukan enam negara di mana kepercayaan terhadap vaksin telah turun secara signifikan sejak 2015.

Baca Juga: Relawan yang disuntik vaksin buatan China terpapar Covid-19, begini penjelasannya

Di Indonesia, Pakistan, Serbia, Azerbaijan, Afghanistan, dan Nigeria, proporsi orang yang sangat tidak setuju bahwa vaksin itu aman telah meningkat secara signifikan. 

Ini, menurut Larson, terkait dengan tren ketidakstabilan politik dan ekstremisme agama di negara-negara tersebut.

"Di antara beberapa negara, ada lebih banyak polarisasi sentimen. Lebih banyak orang yang bersikap ekstrem, sangat tidak setuju atau sangat setuju," ungkapnya.

Selanjutnya: Produksi massal vaksin corona merah putih kemungkinan baru bisa di kuartal IV 2021




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×