CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Duh, Menteri Pertahanan AS sebut tempat-tempat aksi protes sebagai battlespace


Rabu, 03 Juni 2020 / 10:17 WIB
ILUSTRASI. Menteri Pertahanan Amerika Serikat Mark Esper saat upacara tabur bunga di Pemakaman dan Tugu Peringatan Amerika Serikat Manila di Kota Taguig, Metro Manila, Filipina, 19 November 2019.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Seorang pejabat militer saat ini berbicara dengan syarat anonim menyuarakan keprihatinan tentang kerusakan abadi yang akan datang dari menggunakan militer sebagai "alat politik".

"Presiden datang dan pergi. Tapi, seragam (militer) itu harus dipertahankan," ujar pejabat itu kepada Reuters.

Tapi, Kementerian Pertahanan alias Pentagon, Selasa (2/6), memindahkan sekitar 1.600 tentara ke wilayah Washington DC, setelah beberapa malam protes dengan kekerasan di Ibu Kota Amerika Serikat (AS).

Baca Juga: AS rusuh, Pentagon kirim 1.600 tentara denga status siaga tinggi ke Washington

"Elemen-elemen tugas aktif ditempatkan di pangkalan militer di Wilayah National Capitol tetapi tidak di Washington DC," kata juru bicara Pentagon Jonathan Rath Hoffman, Selasa (1/6), seperti dikutip Reuters.

Dia mengatakan, pasukan berada pada "status siaga tinggi" tetapi "tidak berpartisipasi dalam dukungan pertahanan untuk operasi otoritas sipil".




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×