Sumber: CBSNews | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Eropa Serukan Penahanan Diri
Uni Eropa menyatakan sedang memantau situasi dengan ketat. Kepala diplomat UE Kaja Kallas menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, sembari menekankan keselamatan warga negara Eropa di Venezuela sebagai prioritas utama.
Prancis menyebut kepergian Maduro sebagai kabar baik bagi rakyat Venezuela, namun mengakui metode yang digunakan AS melanggar prinsip hukum internasional. Prancis menyerukan transisi kekuasaan yang damai dan demokratis.
Spanyol menawarkan diri menjadi mediator demi solusi damai. Inggris menegaskan tidak terlibat dalam operasi tersebut dan meminta semua pihak menghormati hukum internasional.
Jerman menilai Maduro membawa Venezuela ke jurang krisis, tetapi menyebut aspek legal intervensi AS sebagai persoalan yang kompleks dan membutuhkan kajian lebih lanjut.
Tonton: Di 2026, Strategi Stock Picking Jadi Makin Penting
Israel Beri Dukungan
Berbeda dengan mayoritas negara, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji Trump atas kepemimpinan yang disebutnya berani dan bersejarah. Ia menyatakan dukungan penuh pemerintah Israel terhadap tindakan AS yang diklaim bertujuan memulihkan kebebasan dan keadilan.
Kesimpulan
Reaksi global atas serangan AS dan penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro menunjukkan dunia terbelah tajam antara kecaman keras dan dukungan terbuka. Mayoritas negara, termasuk China, Rusia, Iran, dan banyak negara Eropa serta Amerika Latin, menilai langkah AS melanggar kedaulatan dan hukum internasional serta berisiko memicu eskalasi geopolitik baru. Sementara sebagian kecil negara melihatnya sebagai upaya pembebasan politik, krisis Venezuela kini berpotensi berkembang dari konflik regional menjadi sumber ketegangan global yang lebih luas, dengan dampak serius terhadap stabilitas kawasan dan tatanan internasional.












