kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.581.000   -14.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.992   80,00   0,45%
  • IDX 6.010   -61,64   -1,02%
  • KOMPAS100 774   -11,44   -1,46%
  • LQ45 592   -8,80   -1,46%
  • ISSI 208   -2,25   -1,07%
  • IDX30 328   -4,71   -1,41%
  • IDXHIDIV20 419   -5,32   -1,25%
  • IDX80 88   -1,32   -1,47%
  • IDXV30 114   -0,94   -0,82%
  • IDXQ30 107   -1,23   -1,13%

Ekonomi China Masih Lesu, Ini Titah Xi Jinping kepada Jajarannya


Jumat, 13 September 2024 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Xi Jinping mendesak pihak berwenang untuk berusaha keras mencapai tujuan pembangunan ekonomi dan sosial tahunan negara itu. REUTERS/Florence Lo


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Pada Kamis (12/9/2024), Presiden China Xi Jinping mendesak pihak berwenang untuk berusaha keras mencapai tujuan pembangunan ekonomi dan sosial tahunan negara itu. 

Berdasarkan laporan media pemerintah, pernyataan tersebut dikeluarkan Xi di tengah harapan akan ada lebih banyak langkah yang diambil untuk mendukung pemulihan ekonomi yang lesu.

Mengutip Reuters yang melansir CCTV, berbicara di sebuah simposium di kota barat laut Lanzhou, Xi menekankan perlunya semua wilayah untuk melakukan pekerjaan dengan baik dalam pekerjaan ekonomi menjelang akhir kuartal ketiga dan kuartal keempat.

Xi menyerukan agar lapangan kerja ditempatkan pada posisi yang terdepan dan diperluas di industri yang sedang berkembang.

Xi juga berjanji untuk memberantas semua bentuk proteksionisme lokal, memperdalam reformasi perusahaan milik negara, dan menerapkan kebijakan untuk mendukung sektor swasta.

Baca Juga: Negara Ini Desak Uni Eropa Pertimbangkan Lagi Tarif Kendaraan Listrik China

Aktivitas ekonomi China yang goyah telah mendorong ekonom global untuk memangkas perkiraan pertumbuhan 2024 China hingga di bawah target resmi sekitar 5%.

Ada tekanan yang meningkat pada otoritas China untuk meluncurkan lebih banyak kebijakan di tengah kemerosotan perumahan yang berkepanjangan, pengangguran yang terus-menerus, kesulitan utang, dan meningkatnya ketegangan perdagangan.

Baca Juga: Trump Tebar Ancaman: Tarif 100% untuk Negara yang Tinggalkan Dolar AS

China memiliki ruang untuk menurunkan jumlah uang tunai yang harus disisihkan bank sebagai cadangan, kata seorang pejabat bank sentral minggu lalu.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×