kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ekonomi Tumbuh 4,2% di Kuartal III-2025, Singapura Kerek Proyeksi Ekonomi di 2025


Jumat, 21 November 2025 / 07:21 WIB
Ekonomi Tumbuh 4,2% di Kuartal III-2025, Singapura Kerek Proyeksi Ekonomi di 2025
ILUSTRASI. Pertumbuhan ekonomi Singapura melaju setelah Produk Domestik Bruto (PDB) naik capai 4,2% pada kuartal III-2025 dibandingkan tahun sebelumnya.


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Pertumbuhan ekonomi Singapura melaju setelah Produk Domestik Bruto (PDB) naik capai 4,2% pada kuartal III-2025 dibandingkan tahun sebelumnya. 

Realisasi tersebut lebih baik dari estimasi awal pertumbuhan ekonomi Singapura yang sebesar 2,9%, yang dirilis bulan lalu dan proyeksi median sebesar 4% dalam jajak pendapat ekonom Reuters. 

Hal tersebut juga membuat Singapura meningkatkan proyeksi ekonomi untuk tahun 2025. Kementerian Perdagangan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk tahun 2025 menjadi sekitar 4,0%,  dari kisaran sebelumnya di 1,5% hingga 2,5%.

Kementerian tersebut memperkirakan pertumbuhan ekonomi Singapura pada tahun 2026 dalam kisaran 1,0% hingga 3,0%.

Baca Juga: Trump Hapus Tarif untuk Daging Sapi Hingga Kopi Brasil

"Kondisi ekonomi global ternyata lebih tangguh dari yang diperkirakan," kata kementerian tersebut dalam sebuah pernyataan yang dikutip dari Reuters pada hari ini (21/11/2025). 

"Khususnya, pertumbuhan PDB di sebagian besar mitra dagang utama Singapura lebih baik dari yang diperkirakan pada kuartal ketiga tahun 2025." 

Dalam tinjauan di bulan Oktober 2025, Otoritas Moneter Singapura (MOS) tidak mengubah kebijakan moneter karena pertumbuhan di negara-kota tersebut tetap tangguh meskipun menghadapi tantangan dari tarif impor AS. Ekspor Singapura ke Amerika Serikat dikenakan tarif 10%. 

Tarif tersebut lebih rendah daripada tarif yang dikenakan kepada negara-negara tetangganya di Asia Tenggara, tetapi pungutan sektoral—termasuk tarif 100% untuk obat-obatan bermerek—tetap menjadi perhatian yang signifikan.

Tarif sektoral yang lebih luas dapat menekan permintaan ekspor Singapura, termasuk semikonduktor, elektronik konsumen, dan barang farmasi. Bank sentral menyatakan bahwa ketiga sektor tersebut menyumbang sekitar 40% dari ekspor ke Amerika Serikat. 

Pada bulan Oktober, pihak berwenang mengatakan penerapan tarif obat bermerek telah ditunda agar perusahaan dapat menegosiasikan kemungkinan pengecualian dengan pemerintah AS.


Tag


TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×