kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45769,82   10,44   1.37%
  • EMAS915.000 -0,44%
  • RD.SAHAM -0.01%
  • RD.CAMPURAN 0.00%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.03%

Ekspor produk pertanian terhambat, Australia meminta perundingan dagang dengan China


Rabu, 13 Mei 2020 / 09:37 WIB
Ekspor produk pertanian terhambat, Australia meminta perundingan dagang dengan China
ILUSTRASI. -Ilustrasi impor daging

Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - SYDNEY. Menteri Perdagangan Australia tengah berupaya melakukan perundingan mendesak dengan mitranya dari China setelah ekspor pertanian utama terpukul akibat penghentian sementara perdagangan dan ancaman tarif. 

Mengutip Reuters, Rabu (13/5), Menteri Perdagangan Australia Simon Birmingham meminta pembicaraan lewat telepon dengan Menteri Perdagangan China Zhong Shan setelah empat eksportir daging sapi besar asal Australia diskors oleh otoritas bea cukai China.

China, yang merupakan mitra dagang terbesar Australia menolak perlunya penyelidikan independen tentang asal usul pandemi virus corona.

Baca Juga: China hentikan sementara impor daging dari empat perusahaan di Australia

Birmingham mengatakan larangan ekspor daging sapi itu terkait dengan masalah pelabelan dan sertifikat kesehatan, sementara tarif biji-bijian (gandum) terkait dengan kasus anti dumping.

Koran nasional Times Global yang berafiliasi dengan People's Daily mengatakan dalam editorial Rabu, penghentian sementara perdagangan daging olahan harus berfungsi sebagai pengingat bagi Australia untuk tindakan yang tidak ramah.

Mengutip dorongan untuk penyelidikan Covid-19 dan keputusan Australia untuk melarang perusahaan China Huawei dari jaringan 5G-nya, Global Times mengatakan "kekhawatiran terhadap tindakan pembalasan potensial dari China tampaknya benar-benar dibenarkan mengingat ketergantungan ekonomi Australia yang besar pada China".

Bulan lalu, duta besar China untuk Australia Cheng Jingye memperingatkan bahwa konsumen China dapat memboikot produk Australia jika Australia melakukan penyelidikan virus corona. 

Para menteri pemerintah Australia menggambarkan komentarnya sebagai ancaman paksaan ekonomi dari negara yang memiliki pangsa sekitar 38% dari seluruh ekspor pada 2019.

Birmingham mengatakan, Australia akan terus mendukung penyelidikan internasional terhadap virus corona.

Baca Juga: China terancam dikucilkan usai pandemi corona mereda

"Australia tentu saja memegang posisi kami sendiri, kami mengadopsi posisi kebijakan kami konsisten dengan nilai-nilai kami dan kami tidak menjunjung paksaan ekonomi dalam arti mengubah posisi kebijakan kami," kata Birmingham.

Ia menambahkan, Australia bukan hanya satu-satunya suara dalam memajukan (penyelidikan) dan akan mendukung resolusi Uni Eropa di Majelis Kesehatan Dunia pada 17 Mei.

Juru bicara kementerian luar negeri China, Zhao Lijian mengatakan pada hari Selasa bahwa kantor bea cukai negara itu telah berulang kali menemukan pelanggaran karantina oleh perusahaan daging sapi Australia yang dilarang dan impor ditangguhkan untuk memastikan keselamatan dan kesehatan konsumen China.




TERBARU

[X]
×