kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.871   25,00   0,15%
  • IDX 8.952   15,68   0,18%
  • KOMPAS100 1.234   4,97   0,40%
  • LQ45 870   2,35   0,27%
  • ISSI 326   1,69   0,52%
  • IDX30 442   2,68   0,61%
  • IDXHIDIV20 521   4,22   0,82%
  • IDX80 137   0,61   0,44%
  • IDXV30 145   1,22   0,85%
  • IDXQ30 142   1,08   0,77%

Emas Pecah Rekor di Atas US$4.600 Senin (12/1), Perak ikuti Jejak ke Level Tertinggi


Senin, 12 Januari 2026 / 09:10 WIB
Emas Pecah Rekor di Atas US$4.600 Senin (12/1), Perak ikuti Jejak ke Level Tertinggi
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/ (REUTERS/Angelika Warmuth)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas menembus US$4.600 per ons troi untuk pertama kalinya pada Senin (12/1) pagi.

Sementara perak juga melonjak ke rekor tertinggi, didorong oleh ketidakpastian geopolitik dan ekonomi serta meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS.

Melansir Reuters, harga emas spot naik 1,5% menjadi US$4.478,79 per ons troi pada pukul 01:27 GMT. Sebelumnya, logam mulia ini sempat menyentuh rekor US$4.600,33 per ons troi.

Baca Juga: Harga Minyak Mentah Stabil Senin (12/1) Pagi: Brent ke US$ 63,29 & WTI ke US$ 59,06

Kontrak emas AS untuk pengiriman Februari menguat 2% menjadi US$4.591,10.

Kerusuhan di Iran telah menewaskan lebih dari 500 orang, menurut kelompok hak asasi, sementara pemerintah Tehran mengancam akan menyerang pangkalan militer AS jika Presiden Donald Trump menindak Iran atas nama para pengunjuk rasa.

Ketidakstabilan di Iran terjadi bersamaan dengan langkah Trump memperluas pengaruh AS di panggung internasional, termasuk menggulingkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan membahas kemungkinan membeli atau mengambil alih Greenland.

Data pekerjaan AS menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja lebih lambat dari perkiraan pada Desember, dengan penurunan pekerjaan di sektor konstruksi, ritel, dan manufaktur.

Namun, tingkat pengangguran yang menurun menunjukkan pasar tenaga kerja belum memburuk secara drastis.

Baca Juga: Kejaksaan AS Buka Penyelidikan Kriminal terhadap Ketua The Fed Jerome Powell

Investor kini memperkirakan minimal dua pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve pada tahun ini. Pasar tenaga kerja yang melunak membuat kemungkinan pemangkasan lebih besar.

Ketua The Fed Jerome Powell mengungkapkan bahwa pemerintahan Trump mengancamnya dengan tuntutan pidana terkait kesaksiannya di Kongres soal proyek renovasi gedung Fed, yang menurut Powell merupakan “dalih” untuk memberi tekanan agar suku bunga diturunkan lebih lanjut.

Aset non-yielding seperti emas cenderung menguat di tengah lingkungan suku bunga rendah dan ketidakpastian geopolitik maupun ekonomi.

HSBC memperkirakan harga emas bisa mencapai US$5.000 per ounce pada paruh pertama 2026 jika risiko geopolitik dan utang global meningkat.

Baca Juga: Dolar AS Tergelincir Senin (12/1) Pagi, di Tengah Investigasi Kriminal Ketua The Fed

Logam Lainnya

Harga perak spot naik 4,4% menjadi US$83,50 per ons troi setelah sempat menyentuh rekor US$83,96.

Platinum spot naik 2,9% menjadi US$2.338,54 per ons troi setelah mencatat rekor tertinggi US$2.478,50 pada 29 Desember 2025.

Palladium naik 4,2% menjadi US$1.892,18 per ons troi.

Lonjakan harga emas dan perak menandakan minat investor pada aset aman di tengah ketidakpastian global yang meningkat, baik dari sisi politik maupun ekonomi.

Selanjutnya: Rupiah Dibuka Melemah ke Rp 16.848 Per Dolar AS Hari Ini (12/1)

Menarik Dibaca: IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Ini Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Senin (12/1)




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×