kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

Enggak mau kalah sama Apple dan Facebook, Google masuk ke bisnis keuangan


Rabu, 13 November 2019 / 22:22 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah figur mainan tampak di depan logo Google dalam gambar ilustrasi, 8 April 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"Pendekatan kami akan bermitra secara mendalam dengan bank dan sistem keuangan," kata Caesar Sengupta, General Manager and Vice President of Payments Google, kepada Wall Street Journal. "Ini mungkin jalan yang sedikit lebih panjang, tetapi berkelanjutan".

Baca Juga: Google Maps mode penyamaran resmi meluncur, begini cara aktivasinya

Kepada CNBC, Rabu (13/11) Senator Amerika Serikat (AS) Mark Warner mengatakan, dia adalah "orang teknologi" tapi ia keberatan dengan rencana Google tersebut.

Senator asal Partai Demokrtat ini khawatir, raksasa teknologi, seperti Facebook atau Google, memasuki bidang baru sebelum ada peraturan yang mengaturnya. "Saya pikir harus ada pengawasan ketat," ujar anggota Senat yang mengawasi sektor perbankan ini.

Pada Selasa (12/11), Facebook meluncurkan layanan pembayaran terpadu, di mana pengguna di seluruh platform bisa melakukan pembayaran tanpa perlu keluar dari aplikasi. Namanya: Facebook Pay, yang terpisah dari proyek Libra.

Baca Juga: Facebook meluncurkan sistem pembayaran baru bernama Facebook Pay

Sementara layanan Google Pay di negara-negara seperti India, yang memiliki lebih dari 67 juta pengguna bulanan, digunakan untuk membayar semua kebutuhan, mulai makanan hingga wahana Uber.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×