kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.577.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Era Baru Berkshire, Warisan Lama: Inilah 5 Saham Penguasa Portofolio Warren Buffett


Rabu, 07 Januari 2026 / 02:30 WIB
Era Baru Berkshire, Warisan Lama: Inilah 5 Saham Penguasa Portofolio Warren Buffett
ILUSTRASI. Saham-saham favorit Warren Buffett masih menjadi kepemilikan terbesar Berkshire Hathaway, meski tongkat estafet sudah diserahkan ke penerusnya.? (Ist/Ist)


Sumber: Motley Fool | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Saham-saham favorit Warren Buffett masih menjadi kepemilikan terbesar Berkshire Hathaway, meski tongkat estafet sudah diserahkan ke penerusnya.

Apakah masih akurat menyebut saham-saham milik Berkshire Hathaway sebagai “portofolio Warren Buffett”? Jawabannya, iya.

Melansir The Motley Fool, meskipun investor legendaris itu tak lagi menjabat CEO, seluruh saham yang saat ini dimiliki Berkshire dibeli di bawah kepemimpinan Buffett, meski ia tidak selalu mengambil keputusan pembelian secara langsung. 

Buffett juga masih menjabat sebagai ketua dewan komisaris, merupakan pemegang saham terbesar, dan menguasai 30,4% hak suara gabungan saham Kelas A dan B.

Kesimpulannya, portofolio Berkshire Hathaway masih layak disebut portofolio Buffett. Dan menjelang 2026, hampir 65% portofolio tersebut terkonsentrasi pada lima saham berikut.

Baca Juga: Saham China Cetak Rekor Tertinggi 10 Tahun, Logam dan Keuangan Jadi Penggerak

1. Apple

Buffett memang memangkas kepemilikan Apple secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun Apple tetap menjadi kepemilikan terbesar Berkshire. Berdasarkan laporan 13-F terbaru, Berkshire memiliki 238.212.764 saham Apple, setara 21,1% dari portofolio.

Ada kemungkinan CEO baru Greg Abel kembali memangkas saham Apple pada 2026. Langkah ini dinilai kurang tepat. Alasannya, ekosistem iPhone masih memiliki loyalitas pelanggan yang luar biasa. Selain itu, Apple disebut-sebut tengah mengembangkan kacamata pintar, yang berpotensi menjadikannya pemain utama di pasar baru yang berkembang pesat.

2. American Express

Dalam surat kepada pemegang saham 2023, Buffett menyebut American Express sebagai salah satu saham yang akan dimiliki Berkshire “selamanya”. Tak heran, AmEx kini menjadi kepemilikan terbesar kedua, dengan porsi 18,3%.

Abel diprediksi tidak akan mengubah apa pun terkait saham ini. AmEx dianggap sebagai “bisnis yang luar biasa.” Seperti kata Buffett: ketika menemukan bisnis yang benar-benar hebat, pertahankan.

3. Bank of America

Buffett pernah menjadi penggemar berat saham perbankan, meski antusiasmenya menurun dalam beberapa tahun terakhir. Namun Berkshire masih memiliki lebih dari US$ 31 miliar saham Bank of America, setara 10,2% portofolio.

Baca Juga: China Batasi Ekspor Peralatan Militer ke Jepang Usai Pernyataan soal Taiwan

Di bawah kepemimpinan Abel, masih perlu dilihat apakah saham ini tetap diprioritaskan. Valuasinya relatif menarik dengan forward P/E 12,7. 

4. The Coca-Cola Company

Selain Apple dan Berkshire sendiri, sedikit saham yang lebih identik dengan Buffett dibanding Coca-Cola. Buffett telah memegang saham ini lebih lama dari saham lainnya dan dikenal sebagai konsumen setia produknya.

Berkshire memiliki 400 juta saham Coca-Cola, menjadikannya kepemilikan terbesar keempat. Sepertinya Abel tidak akan menjual satu lembar pun saham ini dalam waktu dekat. Coca-Cola tetap dianggap sebagai “bisnis luar biasa” untuk jangka panjang.

5. Chevron

Meski Buffett sering memuji Occidental Petroleum, namun saham energi terbesar di portofolio Berkshire justru Chevron. Berkshire memiliki lebih dari 122 juta saham Chevron, menjadikannya kepemilikan kelima terbesar.

Ada kemungkinan Abel menjual sebagian saham ini, mengingat Buffett sempat memangkas kepemilikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, diprediksi  Berkshire akan tetap mempertahankan porsi signifikan, setidaknya karena dividend yield sekitar 4,5% yang memberi arus kas besar.

Tonton: Asosiasi Pengemudi Ojol Tolak Kenaikan Tarif Ojol Sebelum Perpres Bagi Hasil Terbit

Kesimpulan

Portofolio Berkshire Hathaway memasuki 2026 dengan konsentrasi yang sangat tinggi: hampir dua pertiga nilai investasi hanya berada di lima saham raksasa. Apple dan American Express menjadi tulang punggung utama, sementara Bank of America, Coca-Cola, dan Chevron memperkuat stabilitas arus kas dan karakter defensif portofolio.

Meski Warren Buffett sudah menyerahkan jabatan CEO, DNA investasinya masih sangat dominan, dan Greg Abel diperkirakan akan bergerak hati-hati, lebih sebagai penjaga warisan ketimbang pembuat revolusi.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×