Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs mengambil sikap defensif terhadap pasar collateralized loan obligation (CLO) di tengah lingkungan makroekonomi yang semakin menantang dan meningkatnya risiko di sektor kredit privat.
Dalam analisanya yang dilansir Reuters Jumat (10/4/2026), Goldman menyebut bahwa meskipun fundamental korporasi masih relatif stabil, meningkatnya ketidakpastian dan kecemasan investor termasuk potensi disrupsi akibat kecerdasan buatan (AI) telah menekan kinerja instrumen utang CLO.
Baca Juga: Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot
CLO sendiri merupakan instrumen sekuritisasi yang mengelompokkan pinjaman ke dalam beberapa lapisan (tranches) dengan tingkat risiko berbeda.
Dalam struktur ini, tranche mezzanine berada di tengah—memiliki risiko lebih tinggi dibanding senior, namun menawarkan imbal hasil lebih besar.
Goldman mencatat bahwa spread kewajiban CLO saat ini melebar, sementara tranche mezzanine tertinggal dari penurunan harga pinjaman.
Kondisi ini mencerminkan investor yang mulai menuntut premi lebih tinggi untuk mengompensasi risiko tambahan.
Baca Juga: Impor Gas Rusia ke Spanyol Melonjak, Dominasi LNG AS Mulai Tergerus
Meski demikian, Goldman masih melihat peluang pada segmen tertentu. Untuk investor berbasis suku bunga mengambang (floating-rate), tranche mezzanine dinilai lebih menarik dibanding leveraged loans.
Hal ini didukung oleh tingkat gagal bayar historis yang relatif rendah pada tranche dengan peringkat BB dan BBB, serta valuasi yang memberikan bantalan imbal hasil (yield cushion) terhadap potensi risiko default.
Sementara itu, untuk tranche senior, Goldman bersikap netral jika dibandingkan dengan obligasi investment grade di Amerika Serikat (AS).
Meski pasar leveraged loan umumnya terdiri dari penerbit berskala lebih kecil dan minim aset, tranche senior CLO tetap memiliki perlindungan struktural karena posisinya yang lebih tinggi dalam hierarki pembayaran.
Baca Juga: Inflasi AS Melonjak 3,3% di Maret, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menipis
Namun demikian, Goldman menilai pasar saat ini belum sepenuhnya memberikan kompensasi yang memadai kepada investor atas risiko kredit tambahan yang melekat pada instrumen CLO.
Dengan keseimbangan risiko yang mulai condong ke sisi negatif, Goldman merekomendasikan pendekatan selektif dengan fokus pada manajer berkualitas tinggi, portofolio aset yang lebih bersih, serta transaksi CLO baru yang dinilai lebih solid.













