kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   7.000   0,25%
  • USD/IDR 17.127   21,00   0,12%
  • IDX 7.458   150,91   2,07%
  • KOMPAS100 1.029   19,80   1,96%
  • LQ45 746   12,57   1,71%
  • ISSI 269   4,55   1,72%
  • IDX30 400   7,29   1,85%
  • IDXHIDIV20 490   9,98   2,08%
  • IDX80 115   1,84   1,62%
  • IDXV30 135   1,86   1,40%
  • IDXQ30 129   2,36   1,86%

Goldman Sachs Pilih Sikap Defensif pada CLO di Tengah Risiko Makro dan Kredit


Jumat, 10 April 2026 / 21:14 WIB
Goldman Sachs Pilih Sikap Defensif pada CLO di Tengah Risiko Makro dan Kredit
ILUSTRASI. OIL-RESEARCH/GOLDMAN SACHS (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Goldman Sachs mengambil sikap defensif terhadap pasar collateralized loan obligation (CLO) di tengah lingkungan makroekonomi yang semakin menantang dan meningkatnya risiko di sektor kredit privat.

Dalam analisanya yang dilansir Reuters Jumat (10/4/2026), Goldman menyebut bahwa meskipun fundamental korporasi masih relatif stabil, meningkatnya ketidakpastian dan kecemasan investor termasuk potensi disrupsi akibat kecerdasan buatan (AI) telah menekan kinerja instrumen utang CLO.

Baca Juga: Lockheed Martin Raih Kontrak US$4,7 Miliar untuk Produksi Rudal Patriot

CLO sendiri merupakan instrumen sekuritisasi yang mengelompokkan pinjaman ke dalam beberapa lapisan (tranches) dengan tingkat risiko berbeda.

Dalam struktur ini, tranche mezzanine berada di tengah—memiliki risiko lebih tinggi dibanding senior, namun menawarkan imbal hasil lebih besar.

Goldman mencatat bahwa spread kewajiban CLO saat ini melebar, sementara tranche mezzanine tertinggal dari penurunan harga pinjaman.

Kondisi ini mencerminkan investor yang mulai menuntut premi lebih tinggi untuk mengompensasi risiko tambahan.

Baca Juga: Impor Gas Rusia ke Spanyol Melonjak, Dominasi LNG AS Mulai Tergerus

Meski demikian, Goldman masih melihat peluang pada segmen tertentu. Untuk investor berbasis suku bunga mengambang (floating-rate), tranche mezzanine dinilai lebih menarik dibanding leveraged loans.

Hal ini didukung oleh tingkat gagal bayar historis yang relatif rendah pada tranche dengan peringkat BB dan BBB, serta valuasi yang memberikan bantalan imbal hasil (yield cushion) terhadap potensi risiko default.

Sementara itu, untuk tranche senior, Goldman bersikap netral jika dibandingkan dengan obligasi investment grade di Amerika Serikat (AS).

Meski pasar leveraged loan umumnya terdiri dari penerbit berskala lebih kecil dan minim aset, tranche senior CLO tetap memiliki perlindungan struktural karena posisinya yang lebih tinggi dalam hierarki pembayaran.

Baca Juga: Inflasi AS Melonjak 3,3% di Maret, Harapan Pemangkasan Suku Bunga The Fed Menipis

Namun demikian, Goldman menilai pasar saat ini belum sepenuhnya memberikan kompensasi yang memadai kepada investor atas risiko kredit tambahan yang melekat pada instrumen CLO.

Dengan keseimbangan risiko yang mulai condong ke sisi negatif, Goldman merekomendasikan pendekatan selektif dengan fokus pada manajer berkualitas tinggi, portofolio aset yang lebih bersih, serta transaksi CLO baru yang dinilai lebih solid.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×