Grup Release: Cara Terbaik Menghindari Wajib Militer adalah Pergi dari Rusia Sekarang

Kamis, 06 Oktober 2022 | 09:10 WIB Sumber: Reuters
Grup Release: Cara Terbaik Menghindari Wajib Militer adalah Pergi dari Rusia Sekarang

ILUSTRASI. Presiden Vladimir Putin mengumumkan pada 21 September 2022 lalu bahwa 300.000 orang akan dikerahkan untuk meningkatkan upaya perang Rusia. Sputnik/Gavriil Grigorov/Kremlin via REUTERS 


KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Saat ini, pengacara di Rusia dibanjiri oleh permintaan permohonan bantuan dari kelompok masyarakat yang panik untuk menghindari wajib militer di negara tersebut. 

Pengacara Rusia mengatakan, mereka banyak mendapatkan permintaan bantuan dari mereka yang berisiko dikirim untuk berperang di Ukraina.

Melansir Reuters, pengacara dan kelompok masyarakat sipil mengatakan, mereka kewalahan oleh permintaan bantuan jasa hukum sejak Presiden Vladimir Putin mengumumkan pada 21 September 2022 lalu bahwa 300.000 orang akan dikerahkan untuk meningkatkan upaya perang Rusia.

Ratusan ribu orang telah melarikan diri ke negara-negara seperti Kazakhstan, Georgia dan Finlandia. Banyak pula yang tetap berada di Rusia dan bersembunyi dari perekrut militer, berdoa agar mereka tidak dipanggil atau berharap dibebaskan dari wajib militer.

"Kami bekerja sepanjang waktu," kata Sergei Krivenko, yang mengelola sekitar 10 orang pengacara bernama Citizen.Army.Law.

"Orang-orang terkoyak dari kehidupan normal mereka," katanya. 

Baca Juga: Perjalanan Panjang Para Pria Rusia untuk Kabur dari Kebijakan Mobilisasi Putin

"Ini adalah mobilisasi tanpa batas waktu selama perang. Itu bisa berlangsung berbulan-bulan atau bertahun-tahun. Orang mungkin tidak kembali ... Meninggalkan tentara hampir tidak mungkin. Satu-satunya cara adalah kematian, cedera atau penjara karena tidak mematuhi perintah," tambahnya.

Pelaksanaan mobilisasi di Rusia sudah kacau balau. Meskipun mereka yang diwajibkan adalah mereka yang memiliki pengalaman militer dan spesialisasi yang diperlukan, sering kali perekrutan mengabaikan catatan layanan individu, kesehatan, status sebagai siswa atau bahkan usia.

Pada pekan lalu, Putin mengakui adanya kesalahan itu dan mengatakan sistem perekrutan harus diperbaiki. 

"Misalnya, saya memikirkan ayah dari banyak anak, atau orang yang menderita penyakit kronis, atau mereka yang sudah melewati usia wajib militer," kata Putin.

Gubernur wilayah timur jauh Khabarovsk mengatakan pada hari Senin bahwa komisaris militer di sana telah dipecat setelah setengah dari orang-orang yang baru dimobilisasi dipulangkan karena mereka tidak memenuhi kriteria untuk wajib militer.

Baca Juga: Di Tengah Kemunduran Militer Rusia, Putin Percepat Pencaplokan Wilayah Ukraina

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru