kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.540.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.108   11,00   0,06%
  • IDX 5.439   51,35   0,95%
  • KOMPAS100 703   6,01   0,86%
  • LQ45 547   2,49   0,46%
  • ISSI 186   3,05   1,66%
  • IDX30 306   1,13   0,37%
  • IDXHIDIV20 403   3,67   0,92%
  • IDX80 81   0,56   0,70%
  • IDXV30 112   1,52   1,37%
  • IDXQ30 102   0,58   0,58%

Harapan, GSK uji obat yang bisa ringankan efek menghancurkan dari corona


Jumat, 08 Mei 2020 / 00:10 WIB


Sumber: Reuters,Bloomberg | Editor: S.S. Kurniawan

Gilead menyatakan, hasil dari uji coba NIAID memperlihatkan remdesivir eksperimental membantu pasien Covid-19 pulih lebih cepat dari perawatan standar. Hasil ini menunjukkan obat itu bisa menjadi pengobatan efektif pertama untuk virus corona.

Uji coba NIAID melibatkan lebih dari 1.000 pasien Covid-19, dan membandingkan pengobatan remdesivir dengan perawatan suportif menggunakan plasebo.

"Pasien yang mendapatkan obat remdesivir pulih dalam rata-rata 11 hari, sedangkan mereka yang mendapatkan plasebo pulih dalam 15 hari," ujar Fauci seperti dilansir Bloomberg.

Baca Juga: Tok, remdesivir dapat persetujuan BPOM AS untuk pasien corona

Menurut Fauci, data Gilead menunjukkan, remdesivir memiliki efek positif. "Hasilnya sangat signifikan jika Anda melihat waktu untuk pemulihan (pasien Covid-19)," kata Fauci.

Badan Makanan dan Obat AS (FDA) pekan lalu sudah memberi lampu hijau remdesivir untuk penggunaan darurat bagi terapi pengobatan pasien Covid-19 dengan menggunakan ventilator.




TERBARU

[X]
×