Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali menguat mendekati level US$5.100 per ons troi pada Rabu (4/2/2026), didorong meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) seiring memanasnya kembali ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Penguatan ini terjadi sehari setelah emas mencatatkan kenaikan harian terbesar dalam lebih dari 17 tahun.
Melansir Reuters, harga emas spot melonjak 2,8% ke US$5.076,01 per ons troi pada pukul 06.55 GMT, setelah melesat 5,9% pada Selasa (3/2/2026), kenaikan harian terbesar sejak November 2008.
Pekan lalu, emas sempat menyentuh rekor tertinggi US$5.594,82 per ons troi.
Baca Juga: Dihukum Penjara Seumur Hidup, Pembunuh Mantan PM Jepang Shinzo Abe Ajukan Banding
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April naik 3,3% ke US$5.097,20 per ons.
Penguatan emas terjadi setelah militer AS menembak jatuh sebuah drone Iran yang disebut “berperilaku agresif” saat mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di Laut Arab, menurut pernyataan militer AS pada Selasa.
Emas kini bangkit dari level terendah US$4.403,24 per ons yang tercapai pada Senin, setelah mengalami aksi jual dua hari terbesar dalam beberapa dekade.
“Setelah reli setajam ini, koreksi memang sudah diperkirakan. Itu tidak mengejutkan, dan dengan emas yang kembali menguat, fundamentalnya sebenarnya tidak banyak berubah,” kata analis ANZ Soni Kumari, seraya menambahkan bahwa latar belakang geopolitik dan ekonomi global masih relatif sama.
Baca Juga: Bursa Saham Australia Ditutup Menguat, Disokong Sektor Pertambangan & Perbankan
Bank investasi Goldman Sachs pada Rabu menyebut terdapat risiko kenaikan yang signifikan terhadap proyeksi harga emas akhir tahun di US$5.400 per ons troi, seiring berlanjutnya akumulasi emas oleh bank sentral serta meningkatnya pembelian ETF emas oleh investor swasta.
“Ke depan, kami memperkirakan emas bisa mencapai level US$5.600 pada akhir paruh pertama tahun ini atau akhir April, dan harga akan terus naik setelah itu. Target akhir tahun kami berada di US$6.000 per ons troi,” ujar analis riset senior IndusInd Securities Jigar Trivedi.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot naik 5% ke US$89,38 per ons. Perak sempat mencetak rekor tertinggi US$121,64 pekan lalu, namun anjlok ke level terendah satu bulan di US$71,33 pada Senin, setelah mencatat penurunan harian terdalam sepanjang sejarah sebesar 27% pada Jumat.
Baca Juga: Saham Nintendo Anjlok 10% Meski Penjualan Switch 2 Solid, Ada Apa?
Pelaku pasar kini menantikan rilis data ketenagakerjaan swasta ADP untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut mengenai arah kebijakan suku bunga Federal Reserve, di tengah tertundanya rilis laporan ketenagakerjaan AS akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Sementara itu, harga platinum spot naik 4,2% ke US$2.302,56 per ons troi, dan palladium menguat 3,5% ke US$1.794,15 per ons troi.













