Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - TOKYO. Harga emas makin perkasa usai berhasil tembus ke atas US$ 5.200 untuk pertama kalinya pada hari ini, setelah melonjak lebih dari 3% pada hari Selasa (27/1/2026).
Kilau emas terjadi setelah dolar Amerika Serikat (AS) anjlok ke level terendah hampir empat tahun di tengah kekhawatiran geopolitik yang terus berlanjut, jelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve.
Rabu (28/1/2026) pukul 11.30 WIB, harga emas spot melonjak 1,1% menjadi US$ 5.243,58 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi di US$ 5.247,21. Harga emas pun sudah melonjak lebih dari 20% sejak awal tahun.
Sejalan, harga kontrak berjangka emas untuk pengiriman Februari 2026 melonjak 3,1% menjadi US$ 5.237,70 per ons.
Baca Juga: Reli Emas Berlanjut, Harga Capai US$5.200 Saat Dolar Anjlok ke Level Terendah 4 Tahun
"(Kenaikan harga emas) disebabkan oleh korelasi tidak langsung yang sangat kuat dengan dolar dan kenaikan harga emas kemarin di sesi AS disebabkan oleh pernyataan Trump atas pertanyaan santai tentang dolar yang menyiratkan bahwa (ada) konsensus luas di Gedung Putih untuk memiliki dolar AS yang lebih lemah di masa mendatang," kata Kelvin Wong, analis pasar senior di OANDA.
Dolar AS bergulat dengan "krisis kepercayaan" karena berjuang di dekat level terendah empat tahun, memperburuk aksi jual dolar, setelah Presiden Donald Trump mengatakan nilai mata uang tersebut "bagus" ketika ditanya apakah menurutnya nilainya telah terlalu menurun.
Sementara itu, kepercayaan konsumen AS merosot ke level terendah dalam lebih dari 11,5 tahun pada bulan Januari di tengah meningkatnya kekhawatiran atas pasar tenaga kerja yang lesu dan harga yang tinggi.
Trump menambahkan bahwa ia akan segera mengumumkan pilihannya untuk menjabat sebagai kepala bank sentral AS, dan memperkirakan suku bunga akan turun setelah ketua baru tersebut menjabat.
The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan kebijakan moneter Januari yang sedang berlangsung.
Baca Juga: Altman Nilai Penindakan Imigrasi AS Terlalu Berlebihan Usai Penembakan di Minnesota
Wong menambahkan bahwa resistensi jangka pendek untuk emas dapat terlihat di sekitar US$ 5.240 per ons.
Deutsche Bank mengatakan pada hari Selasa bahwa emas dapat naik hingga US$ 6.000 per ons troipada tahun 2026, dengan alasan permintaan investasi yang terus-menerus karena bank sentral dan investor meningkatkan alokasi ke aset non-dolar dan aset berwujud.
Harga perak spot naik 1,9% menjadi US$ 115,11 per ons troi, setelah mencapai rekor tertinggi US$ 117,69 pada hari Senin. Logam putih ini telah melonjak hampir 60% sejauh tahun ini.
Harga platinum spot naik 2% menjadi US$ 2.692,60 per ons troi setelah mencapai rekor US$ 2.918,80 pada hari Senin, sementara paladium naik 1,4% menjadi US$ 1.961,68 per ons troi.













