kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.917.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.795   -55,00   -0,33%
  • IDX 8.940   -10,73   -0,12%
  • KOMPAS100 1.237   2,96   0,24%
  • LQ45 877   3,49   0,40%
  • ISSI 329   -0,10   -0,03%
  • IDX30 448   -1,29   -0,29%
  • IDXHIDIV20 530   -1,89   -0,35%
  • IDX80 138   0,39   0,28%
  • IDXV30 147   -0,57   -0,39%
  • IDXQ30 144   -0,11   -0,07%

Harga Emas Tembus US$5.000, Analis Cemas! Mengapa?


Senin, 26 Januari 2026 / 13:54 WIB
Harga Emas Tembus US$5.000, Analis Cemas! Mengapa?
ILUSTRASI. Harga emas menembus US$5.000, mengejutkan Wall Street. Lonjakan ini dipicu strategi lindung nilai di tengah utang global yang mengkhawatirkan. (REUTERS/Hiba Kola)


Sumber: Yahoo Finance | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia menembus level US$ 5.000 per ons untuk pertama kalinya pada Minggu (waktu setempat). Pencapaian ini terjadi lebih cepat dari perkiraan Wall Street dan memicu pertanyaan soal kecepatan reli logam mulia yang dinilai luar biasa.

Mengutip Yahoo Finance, lonjakan harga emas kini menjadi simbol dari apa yang disebut sebagai “debasement trade”, yakni strategi investor memborong aset lindung nilai untuk melindungi daya beli di tengah melonjaknya utang pemerintah di berbagai negara.

“Kenaikan harga logam mulia ini benar-benar mencengangkan dan sangat mengkhawatirkan,” tulis Robin Brooks, Senior Fellow di Brookings Institution, pada Minggu. Menurutnya, lonjakan harga emas merupakan “bagian dari sesuatu yang jauh lebih besar”.

“Kita berada di awal krisis utang global, di mana pasar semakin khawatir pemerintah akan mencoba menggerus nilai utang yang tak terkendali lewat inflasi,” lanjut Brooks.

Ia menyoroti bahwa meskipun dolar AS relatif stabil pada paruh kedua tahun lalu, mata uang tersebut mulai melemah sejak awal tahun ini.

“Pelemahan dolar akan semakin ‘menyetrum’ kenaikan harga emas dan debasement trade, karena meningkatkan daya beli pembeli non-dolar,” tulis Brooks.

Baca Juga: Jenderal China Dituduh Bocorkan Rahasia Nuklir AS, Apa Motifnya?

Goldman Sachs pun baru-baru ini menaikkan target harga emas akhir tahun dari US$ 4.900 menjadi US$ 5.400 per ons. Kenaikan proyeksi ini didorong meningkatnya partisipasi investor swasta yang ingin mendiversifikasi portofolio sekaligus melindungi kekayaan.

“Kami melihat risiko terhadap proyeksi harga emas yang telah direvisi ini bersifat dua arah, namun tetap condong ke atas, karena investor sektor swasta berpotensi terus melakukan diversifikasi di tengah ketidakpastian kebijakan global,” tulis analis Goldman Sachs.

Sepanjang tahun ini, harga emas terus menguat setiap kali terjadi eskalasi geopolitik besar, termasuk penangkapan pemimpin Venezuela Nicolás Maduro oleh AS serta ancaman tarif Presiden Donald Trump dalam upayanya mengincar Greenland.

Secara year to date, harga emas telah melonjak sekitar 15%, setelah sebelumnya melonjak tajam hingga 65% sepanjang 2025.

Meski permintaan emas dari bank sentral asing tetap kuat seiring pengurangan eksposur terhadap obligasi pemerintah AS, Brooks menilai faktor tersebut belum cukup menjelaskan lonjakan besar harga emas tahun ini.

Baca Juga: Mantan Perdana Menteri Korsel Lee Hae-chan Meninggal Saat Kunjungan Resmi ke Vietnam

“Fakta bahwa ini merupakan gelembung yang luas di seluruh logam mulia justru menunjukkan bank sentral bukanlah pendorong utamanya,” tulis Brooks.

Tak hanya emas, harga perak juga mencetak rekor baru. Perak menembus US$ 100 per ons untuk pertama kalinya pada Jumat dan berlanjut naik hingga berada di atas US$ 107 pada Minggu malam. Platinum juga menyentuh level tertinggi baru, dengan kenaikan lebih dari 40% sepanjang tahun ini.

Sementara itu, harga tembaga di London turut mencetak rekor, menembus US$ 13.000 per ton pada Jumat lalu.

Tonton: Prabowo Panggil Purbaya, Bahlil hingga Panglima ke Hambalang, Bahas Apa?

Selanjutnya: 600 Ribu WP Sudah Lapor SPT via Coretax: Berikut Caranya Agar Anda Mudah

Menarik Dibaca: IHSG Diprediksi Konsolidatif, Ini 3 Rekomendasi Saham Uptrend Pekan Ini dari IPOT




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×