kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.965   52,00   0,29%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Harga Emas Turun ke Level Terendah 7 Bulan, Prospek Suku Bunga The Fed Menguat


Rabu, 01 Juli 2026 / 09:02 WIB
Harga Emas Turun ke Level Terendah 7 Bulan, Prospek Suku Bunga The Fed Menguat
ILUSTRASI. GLOBAL-PRECIOUS/GOLD (REUTERS/Alexander Manzyuk)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas kembali melemah pada perdagangan Rabu (1/7/2026) setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah dalam tujuh bulan.

Pelemahan terjadi seiring memudarnya harapan tercapainya kesepakatan damai permanen antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang memperkuat ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Baca Juga: Survei BOJ: Sentimen Bisnis Jepang Menguat ke Level Tertinggi Sejak 2018

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,6% menjadi US$ 3.981,69 per ons troi pada pukul 01.12 GMT, setelah pada sesi sebelumnya menyentuh level terendah sejak November tahun lalu.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus melemah 1,1% menjadi US$ 3.994,40 per ons troi.

Sentimen pasar berubah setelah Iran menyatakan tidak akan menggelar pertemuan dengan utusan senior AS yang datang ke kawasan Timur Tengah menyusul kembali memanasnya konflik kedua negara.

Pemerintah Iran juga menegaskan bahwa kedua pihak masih harus menyelesaikan implementasi kesepakatan gencatan senjata yang ditandatangani dua pekan lalu sebelum membahas isu yang lebih kompleks, termasuk pembatasan program nuklir Iran.

Baca Juga: Boom AI Dorong Ekspor Korea Selatan Tumbuh Tercepat Sejak 1978

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meningkatkan tekanan inflasi global, sehingga memperkuat pandangan bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.

Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack mengatakan, masih terbuka kemungkinan dirinya mendukung kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi tidak menunjukkan tanda-tanda mereda.

Pernyataan tersebut mempertegas sikap hawkish bank sentral AS.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 67% bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga pada September, mencerminkan meningkatnya ekspektasi terhadap pengetatan kebijakan moneter.

Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menjadi sentimen negatif bagi emas karena meningkatkan imbal hasil aset berbunga sehingga mengurangi daya tarik logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak 2014 pada Juni 2026

Investor kini menantikan rilis data tenaga kerja AS, yakni laporan ADP Employment untuk Juni yang akan diumumkan Rabu, disusul data nonfarm payrolls pada Kamis.

Kedua data tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk penting mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed.

Di sisi lain, survei Official Monetary and Financial Institutions Forum (OMFIF) menunjukkan, semakin banyak bank sentral di dunia berencana mengurangi porsi kepemilikan aset dalam dolar AS dalam satu dekade mendatang karena meningkatnya risiko politik terkait mata uang tersebut.

Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot turun 0,9% menjadi US$ 58,04 per ons troi, platinum melemah 0,9% ke US$ 1.537,78 per ons troi, sedangkan paladium turun tipis 0,2% menjadi US$ 1.202,33 per ons troi.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×