Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak dunia melemah pada awal pekan Senin (4/5/2026) setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan AS akan membantu membebaskan kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz.
Meski demikian, harga tetap bertahan di atas level US$ 100 per barel karena belum adanya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Baca Juga: Iklan Lowongan Kerja Australia Turun Lagi, Sinyal Permintaan Tenaga Kerja Melemah
Melansir Reuters, harga minyak Brent turun 64 sen atau 0,59% menjadi US$ 107,53 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) terkoreksi 84 sen atau 0,82% ke level US$ 101,10 per barel.
Trump menyatakan AS akan memandu kapal-kapal keluar dari jalur perairan yang dibatasi demi memastikan kelancaran aktivitas perdagangan.
Namun, pasar masih dibayangi ketidakpastian karena lalu lintas di Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih dan negosiasi damai antara AS dan Iran masih berlangsung tanpa titik terang.
Analis Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) menilai, perundingan berjalan alot karena kedua pihak tetap bertahan pada posisi masing-masing.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Melemah Tipis Senin (4/5), Inflasi dan Negosiasi AS-Iran Jadi Fokus
Di sisi lain, OPEC+ menyepakati kenaikan target produksi sekitar 188.000 barel per hari untuk Juni oleh tujuh negara anggota.
Kenaikan tersebut menjadi yang ketiga secara berturut-turut. Namun, dampaknya diperkirakan terbatas selama konflik Iran masih mengganggu pasokan minyak dari kawasan Teluk melalui Selat Hormuz.
Dengan kondisi tersebut, harga minyak cenderung tertahan di level tinggi meskipun sempat mengalami koreksi jangka pendek.













