Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - Harga minyak mentah menguat pada perdagangan Kamis (26/2/2026), bertahan dekat level tertinggi tujuh bulan terakhir, seiring pelaku pasar mencermati apakah perundingan Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat mencegah konflik militer yang berpotensi mengganggu pasokan global.
Melansir Reuters, minyak Brent naik 27 sen atau 0,3% menjadi US$ 71,12 per barel pada pukul 01.23 GMT. Sementara itu, WTI menguat 23 sen atau 0,4% ke US$ 65,65 per barel.
Pada awal pekan, kedua kontrak sempat menyentuh level tertinggi sejak 31 Juli, didorong penempatan pasukan militer AS di Timur Tengah guna menekan Iran agar bernegosiasi terkait program nuklir dan rudal balistiknya.
Baca Juga: Bursa Asia Menguat Kamis (26/2) Usai Nvidia Lampaui Ekspektasi, Nikkei Cetak Rekor
Fokus pada Perundingan Jenewa
Utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner dijadwalkan bertemu delegasi Iran untuk putaran ketiga perundingan di Jenewa.
Analis Fujitomi Securities Toshitaka Tazawa mengatakan, pasar saat ini fokus pada apakah konflik militer bisa dihindari dalam negosiasi tersebut.
Menurutnya, jika konflik pecah namun terbatas dan berlangsung singkat, harga WTI kemungkinan hanya melonjak sementara ke atas US$ 70 per barel sebelum kembali ke kisaran US$ 60–US$ 65.
Namun, konflik berkepanjangan berisiko mengganggu pasokan dari Iran, produsen minyak terbesar ketiga di Organization of the Petroleum Exporting Countries serta eksportir Timur Tengah lainnya.
Presiden AS Donald Trump dalam pidato kenegaraan sebelumnya menegaskan tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.
Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menyatakan kesepakatan “dalam jangkauan” jika diplomasi diprioritaskan.
Baca Juga: Emas Menguat Tipis Ditopang Dolar Melemah Kamis (26/2), Cermati Perundingan AS-Iran
Saudi dan OPEC+ Siaga
Dua sumber menyebut Arab Saudi tengah meningkatkan produksi dan ekspor minyak sebagai bagian dari rencana kontinjensi jika serangan AS terhadap Iran mengganggu pasokan kawasan.
Sementara itu, kelompok OPEC+ yang mencakup anggota OPEC dan sekutunya seperti Rusia diperkirakan mempertimbangkan kenaikan produksi sekitar 137.000 barel per hari untuk April, seiring persiapan menghadapi puncak permintaan musim panas dan potensi lonjakan harga akibat ketegangan geopolitik.
Baca Juga: Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Janji Tambah Senjata Nuklir
Stok Minyak AS Melonjak
Kenaikan harga minyak tertahan oleh lonjakan stok minyak mentah AS. Data Energy Information Administration (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS naik 16 juta barel pekan lalu terbesar dalam tiga tahun terakhir jauh melampaui perkiraan analis sebesar 1,5 juta barel.
Dengan kombinasi risiko geopolitik dan data fundamental yang kontras, pergerakan harga minyak dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh hasil perundingan AS-Iran dan dinamika pasokan global.













![[Intensive Workshop] Excel for Business Reporting](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_28012616011400.jpg)