kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Harga Rumah Baru di China Terus Mengalami Penurunan


Jumat, 23 Februari 2024 / 11:54 WIB
Harga Rumah Baru di China Terus Mengalami Penurunan
ILUSTRASI. An aerial view shows residential buildings at the construction site of Evergrande Cultural Tourism City, a China Evergrande Group project whose construction has halted, in Suzhou's Taicang, Jiangsu province, China October 22, 2021. Picture taken with a drone. REUTERS/Xihao Jiang NO RESALES. NO ARCHIVES.


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - BEIJING. Harga rumah baru di China memperlambat penurunan secara bulanan pada Januari 2024, dengan kota-kota terbesar mulai stabil.

Namun tren penurunan secara nasional tetap berlanjut meskipun ada upaya Beijing untuk menghidupkan kembali permintaan.

Harga rumah baru turun 0,3% (MoM) di Januari setelah turun 0,4% di Desember, menurut perhitungan Reuters berdasarkan data Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Jumat (23/2).

Baca Juga: Bank Sentral China Pangkas Suku Bunga KPR

China telah meningkatkan langkah-langkah untuk menahan penurunan properti, termasuk memerintahkan bank-bank pemerintah untuk meningkatkan pinjaman pada proyek-proyek perumahan di bawah mekanisme “daftar putih”.

Kota-kota besar lainnya juga telah melonggarkan pembatasan pembelian untuk memikat pembeli rumah.

Bulan lalu, harga rumah di kota-kota tingkat satu turun 0,3% dalam sebulan, lebih kecil dari penurunan 0,4% di bulan Desember, sebagian disebabkan oleh langkah-langkah dukungan tambahan termasuk pengurangan uang muka.

Meskipun jumlah kota yang mengalami penurunan harga bulanan pada Januari juga menurun, pasar secara keseluruhan masih berada dalam tren penurunan yang kuat dengan sentimen pembeli masih sangat lemah.

Baca Juga: Era Baru Diplomasi Panda, Tiongkok Bakal Kirim Lebih Banyak Panda ke AS

Dari tahun sebelumnya, harga rumah turun 0,7%, menandai penurunan paling tajam dalam 10 bulan.

Hal ini terjadi meskipun basis statistik yang rendah pada bulan Januari 2023 ketika harga turun 1,5% secara tahunan karena gangguan COVID-19.

Pasar properti kesulitan untuk menjadi stabil setelah berada dalam kelesuan sejak tahun 2021 karena serangkaian gagal bayar (default) di antara pengembang yang memiliki leverage yang berlebihan.

Para pembuat kebijakan tidak berhenti meluncurkan langkah-langkah untuk meningkatkan kepercayaan pasar.

Bank sentral negara tersebut pada hari Selasa mengumumkan penurunan suku bunga acuan hipotek terbesar yang pernah ada.

Baca Juga: Perbankan China Setuju Kuncurkan Kredit US$ 17,2 Miliar ke Industri Properti

Meskipun para analis yakin dampaknya terhadap harga rumah akan terbatas mengingat pemegang hipotek yang ada tidak akan mendapatkan keuntungan sampai tahun depan.

“Perlu waktu untuk memulihkan pendapatan dan kepercayaan pembeli rumah, serta permintaan secara keseluruhan di sektor properti, yang masih dalam proses mencapai titik terendah secara bertahap,” kata Zhang Dawei, analis di agen properti Centaline.




TERBARU

[X]
×