Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Perusahaan tambang tembaga global, Freeport-McMoRan Inc. (FCX.N), mencatat kinerja solid pada kuartal IV 2025 dengan laba yang melampaui ekspektasi Wall Street, didorong oleh lonjakan harga tembaga sepanjang periode tersebut.
Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis pada Kamis, Freeport membukukan laba disesuaikan sebesar 47 sen per saham untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember. Capaian ini jauh di atas rata-rata estimasi analis sebesar 29 sen per saham, menurut data yang dihimpun LSEG.
Kinerja positif ini sejalan dengan kenaikan signifikan harga tembaga global. Rata-rata harga tembaga pada kuartal IV tercatat meningkat dan bahkan menyentuh level tertinggi sepanjang masa pada akhir Desember.
Baca Juga: Tambang Grasberg Stop Operasi, Laba Freeport Malah Lampaui Estimasi Wall Street
Kenaikan harga tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang kuat, peningkatan permintaan dari China, serta kendala pasokan yang memperketat pasar.
Freeport melaporkan harga realisasi rata-rata tembaga sebesar US$5,33 per pon pada kuartal IV, melonjak tajam dibandingkan US$4,15 per pon pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga ini memberikan dorongan langsung terhadap pendapatan dan profitabilitas perusahaan.
Selain faktor harga, Freeport juga diperkirakan memperoleh manfaat strategis dari kebijakan tarif impor tembaga sebesar 50% yang diberlakukan tahun lalu.
Sebagai produsen tembaga terbesar di Amerika Serikat, Freeport berada pada posisi yang lebih menguntungkan dibandingkan para pesaingnya, terutama karena kapasitas ekspansi yang lebih besar di dalam negeri.













