Sumber: Reuters | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - MUMBAI. Bank swasta terbesar India, HDFC Bank, kembali menjajaki pasar obligasi dolar untuk kedua kalinya dalam dua bulan terakhir, di tengah upaya bank-bank untuk menyelesaikan penggalangan dana luar negeri sebelum fasilitas khusus swap valuta asing (valas) dari bank sentral ditutup.
Mengutip Reuters, Kamis (20/8/2026), Bank yang berbasis di Mumbai ini berencana menggalang dana masing-masing setidaknya US$ 500 juta melalui penerbitan obligasi bertenor tiga tahun dan lima tahun lewat kantor cabangnya di GIFT City, ungkap para bankir yang meminta namanya dirahasiakan karena mereka tidak berwenang berbicara kepada media.
"Jadwal pertemuan dengan investor sudah disiapkan, dan penetapan harga akhir untuk penerbitan ini diperkirakan rampung pada hari Jumat," ujar salah satu bankir tersebut.
Baca Juga: Obligasi Global Bangkit Setelah Buyback Pemerintah AS, Tapi Efeknya Bisa Singkat
"Mengingat ini akan menjadi penerbitan terakhir sebelum akhir Agustus, kami tidak akan terkejut jika total nilai akhirnya dengan mudah melampaui US$ 1 miliar."
HDFC Bank tidak menanggapi permintaan komentar dari Reuters.
Pekan lalu, Reserve Bank of India (bank sentral India) memutuskan untuk menutup lebih awal fasilitas swap bersubsidi yang disediakan bagi bank-bank untuk lindung nilai (hedging) atas simpanan nasabah non-residen.
Bank sentral memperkirakan adanya arus masuk dana mendekati US$ 80 miliar melalui fasilitas swap bersubsidi yang dibuka pada bulan Juni, kata Gubernur Bank Sentral Sanjay Malhotra kepada surat kabar Financial Express.
Bank pesaing HDFC Bank, yakni ICICI Bank, juga telah menyasar investor yang berbasis di Amerika Serikat untuk penerbitan obligasi dolarnya dalam beberapa minggu terakhir.
Baca Juga: China Pertahankan Suku Bunga Acuan, LPR Tak Berubah 15 Bulan
Jika terealisasi, penjualan obligasi terbaru ini akan menjadikan total dana yang dihimpun HDFC Bank dari penerbitan semacam itu mencapai $1,75 miliar, angka tertinggi setelah ICICI Bank.
Bank swasta lainnya, IDFC First Bank, telah menggalang dana sebesar US$ 600 juta melalui penjualan perdana obligasi dolar bertenor tiga tahun lewat mekanisme private placement, sebagaimana dinyatakan dalam keterangan resmi pada hari Rabu.
Sejauh ini, lembaga pemberi pinjaman asal India telah menghimpun dana sebesar US$ 7,55 miliar melalui penerbitan obligasi dalam mata uang dolar sejak fasilitas lindung nilai (hedging) dengan persyaratan khusus diumumkan pada 5 Juni.
Fasilitas swap tersebut akan ditutup pada 31 Agustus, satu bulan lebih awal dari tenggat waktu semula di akhir September.














