kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.526.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.159   -7,00   -0,04%
  • IDX 5.057   -41,01   -0,80%
  • KOMPAS100 651   -4,49   -0,68%
  • LQ45 515   -0,12   -0,02%
  • ISSI 169   -2,02   -1,18%
  • IDX30 290   0,46   0,16%
  • IDXHIDIV20 392   3,47   0,89%
  • IDX80 75   -0,37   -0,49%
  • IDXV30 109   1,70   1,58%
  • IDXQ30 98   0,32   0,33%

Hingga 80% Populasi Uni Eropa Diperkirakan Telah Terinfeksi Covid-19


Kamis, 28 April 2022 / 08:03 WIB
ILUSTRASI. Soho Pharmacy, Handsworth, Birmingham, Inggris, 10 Januari 2022.


Sumber: Reuters | Editor: Prihastomo Wahyu Widodo

KONTAN.CO.ID - BRUSSELS. Komisi Eropa dalam laporannya hari Rabu (27/4) mengatakan bahwa antara 60% hingga 80% populasi Uni Eropa (UE) telah terinfeksi Covid-19. Saat ini Uni Eropa telah memasuki fase pasca-darurat di mana pelaporan kasus secara massal tidak lagi diperlukan.

Dalam fase baru ini, pemerintah UE terus berupaya meningkatkan angka vaksinasi  untuk anak-anak. Uni Eropa juga sedang mempertimbangkan rencana untuk mengembangkan antivirus.

Dilansir dari Reuters, Komisaris Kesehatan UE Stella Kyriakides dalam konferensi persnya hari Rabu mengatakan diperkirakan ada 60% hingga 80% populasi blok itu yang saat ini mengidap Covid-19.

Baca Juga: Kasus Melonjak Tinggi, WHO dan UNICEF Peringatkan Badai Besar Wabah Campak

Badan kesehatan masyarakat UE mengatakan kasus yang dilaporkan telah mencakup sekitar 30% dari populasi Eropa sejauh ini, tetapi jika infeksi yang tidak dilaporkan ditambahkan, kasus bisa mencapai 350 juta, sekitar 77% dari populasi Eropa.

UE sekarang melaporkan penurunan infeksi dan kematian terkait Covid-19. Namun, baru-baru ini lonjakan kembali terjadi. Hal ini kemungkinan karena virus terus bermutasi.

Sebagai tanggapan, Komisi Eropa menyarankan agar negara-negara menyiapkan rencana untuk beralih kembali ke mode darurat, dan harus meningkatkan vaksinasi.

Salah satu strategi yang hendak dioptimalkan adalah mendorong vasksinasi bagi mereka yang tidak divaksinasi, terutama pada anak-anak sebelum dimulainya masa sekolah baru di musim gugur.

Baca Juga: Ini Alasan WHO Sebut Dunia Makin Buta terhadap Pola Penularan Covid-19




TERBARU

[X]
×