CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Hingga detik ini, Turkmenistan klaim tak miliki satu pun kasus Covid-19


Selasa, 07 April 2020 / 11:32 WIB
Kegiatan sepeda santai di Turkmenistan, 7 April 2020.


Sumber: BBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - TURMENISTAN. Ketika zona merah pandemi virus corona (Covid-19) terus menyebar ke seluruh dunia, beberapa negara masih belum mendaftarkan satu pun kasus infeksi. Salah satunya adalah negara yang paling represif di dunia, Turkmenistan. Banyak pakar khawatir, pemerintah Turkmenistan mungkin menyembunyikan kebenaran, yang dapat mengganggu upaya mengakhiri pandemi dunia.

Melansir BBC, saat dunia berjibaku memerangi virus corona dan semakin banyak negara memberlakukan kebijakan lockdown,  Turkmenistan mengadakan rapat umum bersepeda massal untuk memperingati Hari Kesehatan Dunia pada hari Selasa.

Negara Asia Tengah ini mengklaim masih memiliki nol kasus virus corona. Tetapi bisakah kita mempercayai angka-angka yang diberikan oleh pemerintah yang terkenal dengan sensornya tersebut?

Baca Juga: Jumlah kasus virus corona impor di China dalam 24 jam mulai turun

"Statistik kesehatan resmi dari Turkmenistan terkenal tidak dapat diandalkan," kata Profesor Martin McKee dari London School of Hygiene dan Tropical Medicine, yang telah mempelajari sistem perawatan kesehatan Turkmenistan kepada BBC.

Dia menambahkan, "Selama beberapa dekade terakhir, mereka mengklaim tidak memiliki orang yang hidup dengan HIV / AIDS, ini juga sebuah angka yang tidak masuk akal. Kami juga tahu bahwa, pada tahun 2000-an, mereka menekan bukti serangkaian pademi, termasuk epidemi."

Banyak orang di Turkmenistan bahkan takut mengungkapkan bahwa Covid-19 mungkin sudah ada di negara tersebut.

Baca Juga: Prancis mencatat jumlah kematian corona harian tertinggi mencapai 833 kasus

"Kenalan saya yang bekerja di sebuah agen negara mengatakan bahwa dia seharusnya tidak mengatakan virus sudah ada di sini atau bahwa saya mendengarnya, kalau tidak saya akan mendapat masalah," kata seorang warga ibukota Ashgabat, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×