kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Hong Kong memanas lagi, polisi tembakkan gas air mata ke arah kampus


Selasa, 12 November 2019 / 08:42 WIB
Hong Kong memanas lagi, polisi tembakkan gas air mata ke arah kampus
ILUSTRASI. Seorang polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah pendemo antipemerintah di Distrik Tsim Sha Tsui, Hong Kong, 27 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sebelumnya, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyatakan, kekerasan di bekas jajahan Inggris itu telah melampaui tuntutan para pemrotes untuk mewujudkan demokrasi, dan para demonstran sekarang adalah musuh rakyat.

Baca Juga: Pasca polisi tembak pendemo, AS kutuk penggunaan kekuatan mematikan di Hong Kong

Amerika Serikat (AS) mengutuk kekerasan oleh semua pihak, baik polisi maupun pendemo, dan memantau perkembangan situasi di Hong Kong dengan sangat serius.

Selain itu, Washinton mendesak Beijing untuk menghormati komitmen bahwa Hong Kong akan mendapatkan tingkat otonomi yang tinggi, dan rakyat Hong Kong bakal menikmati hak asasi manusia juga kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.

"AS mendesak Pemerintah Hong Kong untuk membangun dialog dengan publik Hong Kong dan memulai upaya untuk mengatasi keprihatinan mendasar yang memicu protes. Kami juga mendesak para pemrotes untuk menanggapi upaya dialog," kata Morgan Ortagus, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×