kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   10.000   0,39%
  • USD/IDR 18.185   38,00   0,21%
  • IDX 5.266   -106,96   -1,99%
  • KOMPAS100 682   -13,68   -1,97%
  • LQ45 533   -9,14   -1,69%
  • ISSI 179   -4,42   -2,41%
  • IDX30 300   -4,55   -1,49%
  • IDXHIDIV20 399   -1,83   -0,46%
  • IDX80 79   -1,55   -1,93%
  • IDXV30 111   -0,19   -0,17%
  • IDXQ30 101   -0,86   -0,84%

Hong Kong memanas lagi, polisi tembakkan gas air mata ke arah kampus


Selasa, 12 November 2019 / 08:42 WIB
ILUSTRASI. Seorang polisi antihuru-hara menembakkan gas air mata ke arah pendemo antipemerintah di Distrik Tsim Sha Tsui, Hong Kong, 27 Oktober 2019.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

Sebelumnya, Pemimpin Hong Kong Carrie Lam menyatakan, kekerasan di bekas jajahan Inggris itu telah melampaui tuntutan para pemrotes untuk mewujudkan demokrasi, dan para demonstran sekarang adalah musuh rakyat.

Baca Juga: Pasca polisi tembak pendemo, AS kutuk penggunaan kekuatan mematikan di Hong Kong

Amerika Serikat (AS) mengutuk kekerasan oleh semua pihak, baik polisi maupun pendemo, dan memantau perkembangan situasi di Hong Kong dengan sangat serius.

Selain itu, Washinton mendesak Beijing untuk menghormati komitmen bahwa Hong Kong akan mendapatkan tingkat otonomi yang tinggi, dan rakyat Hong Kong bakal menikmati hak asasi manusia juga kebebasan berekspresi dan berkumpul secara damai.

"AS mendesak Pemerintah Hong Kong untuk membangun dialog dengan publik Hong Kong dan memulai upaya untuk mengatasi keprihatinan mendasar yang memicu protes. Kami juga mendesak para pemrotes untuk menanggapi upaya dialog," kata Morgan Ortagus, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×