kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Hubungan memanas, Jepang berencana menolak kunjungan Xi Jinping?


Sabtu, 13 Juni 2020 / 16:35 WIB
ILUSTRASI.


Sumber: South China Morning Post | Editor: Tendi Mahadi

Namun, hubungan antara kedua belah pihak terus membaik dalam beberapa tahun terakhir dan memuncak pada awal wabah coronavirus. Penyakit ini memicu curahan dukungan dari Jepang, yang mengirimkan masker dan persediaan darurat.

Pada saat itu juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hua Chunying berterima kasih kepada Jepang atas dukungannya yang mengharukan.

Baca Juga: Kasus corona naik, Beijing tutup pasar grosir dan tunda buka sekolah

Tetapi niat baik Jepang cepat menguap setelah China dituduh mengeksploitasi pandemi untuk mendorong diplomasi agresif dan memperketat cengkeramannya atas Hong Kong, pusat keuangan dan bisnis global di mana Jepang memiliki kepentingan yang signifikan.

Sekitar 1.400 perusahaan Jepang hadir di Hong Kong, yang merupakan importir barang pertanian Jepang terbesar di dunia. Diplomat tersebut mengatakan komunitas bisnis khawatir bahwa undang-undang keamanan nasional akan mengguncang fondasi Hong Kong.




TERBARU

[X]
×