kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.525   25,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

IAEA: Serangan Drone Hantam Fasilitas Pemantauan di PLTN Terbesar Eropa


Selasa, 05 Mei 2026 / 08:14 WIB
IAEA: Serangan Drone Hantam Fasilitas Pemantauan di PLTN Terbesar Eropa
ILUSTRASI. Drone Ukraina (REUTERS/Stringer)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – Badan Energi Atom Internasional atau International Atomic Energy Agency (IAEA) melaporkan bahwa peralatan pemantauan meteorologi di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia Nuclear Power Plant di Ukraina mengalami kerusakan akibat serangan drone.

PLTN Zaporizhzhia, yang merupakan fasilitas nuklir terbesar di Eropa dengan enam reaktor, telah berada di bawah kendali Rusia sejak awal invasi ke Ukraina pada Februari 2022.

Baca Juga: Buka Selat Hormuz: AS Tenggelamkan Kapal Iran, Tembak Jatuh Rudal dan Drone

Sejak saat itu, kedua pihak kerap saling menuduh melakukan aksi militer yang berpotensi membahayakan keselamatan fasilitas tersebut, yang berada dekat garis depan konflik.

Dalam pernyataannya yang dilansir Reuters Senin (4/5/2026), IAEA menyebut tim ahlinya telah mengunjungi Laboratorium Pengendalian Radiasi Eksternal (External Radiation Control Laboratory/ERCL) di lokasi tersebut, sehari setelah pihak pengelola yang ditunjuk Rusia melaporkan adanya serangan drone.

“Tim mengamati kerusakan pada sejumlah peralatan pemantauan meteorologi di laboratorium tersebut, yang kini tidak lagi beroperasi,” demikian pernyataan IAEA.

Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi, kembali menyerukan agar semua pihak menahan diri secara militer di sekitar fasilitas nuklir guna menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.

Sejak konflik berlangsung, PLTN Zaporizhzhia yang saat ini tidak lagi memproduksi listrik telah beberapa kali menjadi sasaran serangan drone.

Baca Juga: Harga Minyak WTI Dibuka Anjlok 1,5% di Pagi Ini (5/5), Ini Penyebabnya

Namun, pihak pengelola menyatakan kerusakan yang terjadi relatif kecil dan tidak memengaruhi operasi utama.

Salah satu jalur pasokan listrik eksternal yang penting untuk menjaga pendinginan bahan bakar nuklir dilaporkan terputus sejak akhir Maret.

IAEA sebelumnya menyatakan tengah berupaya memfasilitasi gencatan senjata lokal guna memungkinkan perbaikan dilakukan.

Sebagai langkah pengawasan, IAEA telah menempatkan tim pengamat secara permanen di PLTN Zaporizhzhia serta di tiga pembangkit nuklir aktif lainnya di Ukraina.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×