kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.990   -3,00   -0,02%
  • IDX 9.155   21,54   0,24%
  • KOMPAS100 1.262   -1,73   -0,14%
  • LQ45 891   -2,50   -0,28%
  • ISSI 335   1,14   0,34%
  • IDX30 456   0,81   0,18%
  • IDXHIDIV20 539   1,12   0,21%
  • IDX80 140   -0,30   -0,21%
  • IDXV30 149   0,73   0,49%
  • IDXQ30 146   0,28   0,20%

Imbal Hasil US Treasury Naik ke Level Tertinggi Beberapa Bulan, Dipicu Ancaman Trump


Selasa, 20 Januari 2026 / 08:56 WIB
Imbal Hasil US Treasury Naik ke Level Tertinggi Beberapa Bulan, Dipicu Ancaman Trump
ILUSTRASI. Dolar AS (REUTERS/Gary Cameron)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

​KONTAN.CO.ID. Imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (US Treasury) melonjak mendekati level tertinggi dalam beberapa bulan terakhir pada Selasa (20/1/2026), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap ancaman Presiden AS Donald Trump untuk kembali memicu perang dagang dengan Eropa.

Melansir Reuters, imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun naik hingga tiga basis poin ke level 4,2610%, yang merupakan posisi tertinggi dalam sekitar empat setengah bulan pada perdagangan awal Asia.

Sementara itu, imbal hasil tenor 30 tahun melonjak 4,1 basis poin ke 4,8810%, mendekati level tertinggi sejak awal September.

Baca Juga: Bank Sentral China (PBOC) Tahan Suku Bunga Acuan untuk Kedelapan Kalinya

Kenaikan ini merupakan reaksi tertunda pasar terhadap perkembangan isu Greenland yang mencuat sejak akhir pekan lalu, mengingat pasar keuangan AS tutup pada Senin karena hari libur nasional.

“Dengan ancaman tarif terbaru dari Trump, obligasi pemerintah AS berada di antara potensi aliran dana aset aman dan tekanan dari aksi jual aset dolar,” ujar Frances Cheung, Head of FX and Rates Strategy OCBC.

Pada Sabtu lalu, Trump menyatakan akan mengenakan tarif impor tambahan sebesar 10% mulai 1 Februari terhadap barang-barang dari Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Belanda, Finlandia, dan Inggris, hingga Amerika Serikat diizinkan membeli Greenland.

Trump juga mengaitkan kebijakan agresif tersebut dengan kegagalannya meraih Hadiah Nobel Perdamaian, dengan mengatakan bahwa dirinya kini tidak lagi berpikir “semata-mata soal perdamaian”.

Baca Juga: TV Pemerintah Iran Diretas! Pesan Putra Mahkota Gemparkan Publik

Sejumlah negara utama Uni Eropa mengecam ancaman tarif tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk pemerasan ekonomi. Blok tersebut kini tengah mengkaji langkah balasan, termasuk penerapan tarif tandingan terhadap Amerika Serikat.

Eskalasi terbaru ketegangan dagang ini memicu aksi jual luas terhadap dolar AS, obligasi Treasury, dan kontrak berjangka Wall Street, mengingatkan pasar pada krisis kepercayaan terhadap aset AS tahun lalu setelah pengumuman tarif “Liberation Day” oleh Trump.

Di sisi lain, imbal hasil US Treasury tenor lima tahun menyentuh level tertinggi dalam lima bulan di 3,8420%, sementara tenor dua tahun justru sedikit turun ke 3,5881%.

Selanjutnya: Laporan Oxfam: Miliarder Kuasai Politik dan Media, Ketimpangan Makin Parah

Menarik Dibaca: IHSG Diproyeksi Lanjut Menguat, Simak Rekomendasi Saham BNI Sekuritas Selasa (20/1)




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×