kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

IMF peringatkan risiko kerusuhan sosial di negara-negara berkembang, ini penyebabnya


Sabtu, 06 Februari 2021 / 10:51 WIB
IMF peringatkan risiko kerusuhan sosial di negara-negara berkembang, ini penyebabnya
ILUSTRASI. Logo Dana Moneter Internasional di markas IMF di Washington, AS.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

“Risikonya apa? Kerusuhan sosial. Anda bisa menyebutnya dekade yang hilang. Mungkin generasi yang hilang,” ungkap Georgieva.

Negara-negara maju, Georgieva menyebutkan, telah menghabiskan sekitar 24% dari PDB rata-rata untuk tindakan dukungan selama pandemi, dibandingkan dengan 6% di negara berkembang dan 2% di negara-negara berpenghasilan rendah.

Georgieva mengungkapkan, upaya vaksinasi juga tidak merata, dengan negara-negara miskin menghadapi "kesulitan luar biasa" bahkan ketika dana pembangunan resmi turun.

Hanya satu negara di Afrika, Maroko yang mulai memvaksinasi warganya, menurut dia, mengutip keprihatinan besar tentang peningkatan kematian akibat Covid-19 di banyak negara benua hitam.

“Kita harus melakukan segala daya kita untuk membalikkan perbedaan berbahaya ini,” tegasnya, mencatat negara berkembang juga bisa kehilangan pergeseran besar yang sedang berlangsung di negara kaya ke ekonomi yang lebih digital dan hijau.

Selanjutnya: Ramalan IMF, ekonomi Indonesia dan dua negara ini bakal bangkit di 2021




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×