kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.968.000   52.000   1,78%
  • USD/IDR 16.734   -57,00   -0,34%
  • IDX 8.321   -659,67   -7,35%
  • KOMPAS100 1.149   -90,86   -7,33%
  • LQ45 813   -63,58   -7,26%
  • ISSI 305   -25,64   -7,75%
  • IDX30 418   -26,36   -5,93%
  • IDXHIDIV20 493   -25,93   -4,99%
  • IDX80 127   -10,53   -7,65%
  • IDXV30 138   -5,68   -3,95%
  • IDXQ30 134   -8,31   -5,83%

India Laporkan Dua Kasus Infeksi Virus Nipah


Rabu, 28 Januari 2026 / 15:39 WIB
India Laporkan Dua Kasus Infeksi Virus Nipah
ILUSTRASI. Virus Nipah yang Merebak di India (dok./https://unsplash.com/Fusion Medical Animation)


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW DELHI. India memantau infeksi virus Nipah, dengan dua kasus dilaporkan dari negara bagian timur India, Benggala Barat, sejak Desember 2025.

Beberapa negara Asia Tenggara telah meningkatkan pengawasan terhadap penumpang pesawat.

Konfirmasi pada hari Selasa datang sehari setelah Thailand mengatakan telah memperketat langkah-langkah pemeriksaan bandara. Lalu, Malaysia juga mengikuti langkah tersebut.

"Angka-angka spekulatif dan tidak akurat mengenai kasus virus Nipah sedang beredar," demikian peringatan Kementerian Kesehatan India dalam sebuah pernyataan yang dikutip Reuters, Rabu (28/1/2026).

Baca Juga: Hubungan Bilateral Memburuk, Jepang Kembalikan Panda Xiao Xiao dan Lei Lei ke China

Kementerian Kesehatan India menyebutkan jumlah infeksi virus Nipah hanya dua kasus.

Pihak berwenang telah mengidentifikasi dan melacak 196 kontak yang terkait dengan kedua kasus tersebut. Tidak ada yang menunjukkan gejala dan semuanya dinyatakan negatif virus.

Thailand telah menetapkan "tempat parkir" khusus untuk pesawat yang tiba dari daerah dengan wabah Nipah. Sementara penumpang harus membuat deklarasi kesehatan sebelum melewati imigrasi.

Kementerian kesehatan Malaysia juga meningkatkan kesiapan melalui pemeriksaan kesehatan di pelabuhan masuk internasional, terutama untuk kedatangan dari negara-negara berisiko.

"Kementerian tetap waspada terhadap risiko penularan lintas batas menyusul infeksi sporadis di beberapa negara lain," tambahnya dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yang memperkirakan tingkat kematian Nipah antara 40% hingga 75%, menempatkannya sebagai patogen prioritas karena potensinya untuk memicu epidemi. Tidak ada vaksin untuk mencegah infeksi dan tidak ada pengobatan untuk menyembuhkannya.

Baca Juga: Iran Eksekusi Mati Seorang Warganya yang Jadi Mata-Mata Israel

Selanjutnya: Efek Ketegangan Dagang, Rupiah Menguat ke Rp 16.722 per Dolar AS pada Rabu (27/1)

Menarik Dibaca: IHSG Anjlok, Ini Saham-saham Paling Banyak Dijual Asing di Sesi I (28/1)




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×